Suara.com - Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster mengakui timnya tampil buruk ketika dikalahkan Persita Tangerang pada pekan ke-12 Liga 1 dengan skor 1-2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (18/11/2021).
"Di babak pertama anak-anak bermain buruk, bisa dibilang performa terburuk yang pernah mereka tampilkan. Di babak kedua, kita bermain jauh lebih baik, sayangnya kita kebobolan oleh gol yang ceroboh," ujar Paul Munster pada sesi konferensi pers virtua usai laga, Kamis.
Selanjutnya Paul Munster menjelaskan gol kedua dari Persita Tangerang terjadi karena lini pertahanan mereka ceroboh tidak bisa menanggulangi hal tersebut.
Menurutnya ada tiga kesempatan yang dimiliki untuk mereka bisa menghentikan ketika Persita melakuan transisi ke menyerang lalu bertahan dan menanggulangi serangan tersebut.
"Itu memang kecerobohan, ada tiga kali kesempatan di mana kita bisa menghentikan transisi tersebut, tapi semuanya (Anderson Salles, Hansamu Yama, Fatchu Rochman) tidak dapat mengambil bola," terang Paul Munster.
Pelatih asal Irlandia Utara itu lanjut mengatakan, ini adalah penampilan buruk yang ditampilkan oleh lini belakanganya dan ini biasanya tidak terjadi.
Ia lanjut mengatakan, biasanya lini pertahanan Bhayangkara FC bisa tampil bagus namun hari ini hal tersebut tidak terjadi di lapangan.
Kekalahan yang diraih oleh Bhayangkara FC ini membuat mereka masih tetap berada di posisi pertama klasemen sementara Liga 1 dengan torehan 28 poin dari 12 laga. Selanjutnya Bhayangkara FC akan menghadapi PSS Sleman pada pekan ke-13 Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (22/11/2021).
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Gol Telat Persikabo Gagalkan Kemenangan PSIS Semarang
Berita Terkait
-
Paul Munster Tegaskan Tetap Tangani Bhayangkara FC Musim Depan
-
Paul Munster Resmi Bertahan di Bhayangkara FC, Siap Bangun Tim Lebih Garang Musim Depan
-
Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Bakal Ikuti Jejak Ramadhan Sananta, Kapten Persita Muhammad Toha Diincar Klub Liga Malaysia
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Adu Perbandingan Pemain Termahal Timnas Indonesia, Oman dan Mozambik
-
PSSI Sumut Turun Tangan Atasi Polemik Penginapan Peserta Piala AFF U-19 2026
-
Kenapa John Herdman Coret Eliano Reijnders dan Jordi Amat?
-
Daftar Skuad Termahal di Piala Dunia 2026: Prancis Tertinggi, Argentina Tak Masuk 5 Besar
-
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Oman, Saatnya Garuda Samakan Kedudukan Sejarah
-
Sejarah Piala Dunia dalam 3 Menit: Dari 1930 hingga Era 48 Tim di Piala Dunia 2026
-
Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib, Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
Okto Maniani Ingatkan Pemain Lokal yang Ingin Bela Timnas Indonesia
-
Bangkok United Lepas Tujuh Pemain, Bagaimana Nasib Pratama Arhan?
-
Egy Maulana Vikri Senang Persaingan di Timnas Indonesia Makin Ketat, Ini Alasannya