Suara.com - Timnas Singapura seolah menebar ancaman jelang lawan Indonesia di semifinal Piala AFF 2020. Asoiasi Sepak Bola Singapura (FAS) bernostalgia dengan masa lalu saat mengalahkan skuat Garuda di Piala AFF 1998.
Melalui akun Instagram resminya pada Selasa (21/12/2021), FAS membagikan kenangan manis saat berjumpa timnas Indonesia di babak semifinal Piala AFF 1998. Saat itu, Piala AFF masih dikenal dengan Piala Tiger.
Dari keterangan yang dituliskan, laga itu adalah satu-satunya pertemuan antara Indonesia dan Singapura di babak semifinal Piala AFF.
"Kembali ke satu-satunya kita bertemu Indonesia di babak semifinal Piala AFF. Kemenangan pada tahun 1998 di Kota Ho Chi Minh, Vietnam," tulis FAS di postingannya.
Dalam laga tersebut, Singapura sendiri mampu meraih kemenangan dengan skor 2-1. Dua gol The Lions dicetak oleh Rafa Ali dan Nazri Nasir.
Sedangkan timnas Indonesia yang saat itu masih diperkuat para legenda seperti Widodo C Puto, Bima Sakti, dan Uston Nawawi harus menyerah. Sebab skuat Garuda hanya bisa membalas dua gol Singapura lewat MIrobaldo Bento saja.
Nah, dalam gelaran Piala AFF 1998 itu sendiri, Singapura berhasil mengunci gelar juara. Di babak final The Lions mengalahkan tuan rumah Vietnam.
Singapura menang dengan skor tipis 1-0 atas Vietnam. Gol semata wayang yang bersejarah itu dicetak oleh R. Sasikumar.
Sementara timnas Indonesia mampu meraih juara ketiga usai mengalahkan Thailand. Pertandingan melawan tim Gajah Perang sejatinya berakhir imbang 3-3 di waktu normal.
Baca Juga: Cedera Parah, Bek Singapura Angkat Kaki Lebih Cepat dari Piala AFF 2020
Tiga gol Indonesia dicetak oleh Kurniawan Dwi Yulianto, Aji Santoso, serta Yusuf Ekodono. Di sisi lain, Thailand membalasnya lewat Chaichan Knewsen, Worrawoot Srimaka, dan Kowit Foythong.
Alhasil pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Dalam adu tos-tosan itu, Timnas Indonesia menang dengan 5-4 dari Thailand.
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
-
Ajax Pamerkan Sesi Latihan Maarten Paes, Peluang Debut Lawan Fortuna Sittard Terbuka
-
Kekuatan 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026