Suara.com - Pelatih Timnas Thailand, Alexandre Polking, cukup khawatir dengan performa Indonesia jelang pertandingan final Piala AFF 2020. Ia menyoroti soal permainan cepat skuat Garuda.
Thailand memastikan tiket ke final usai menyingkirkan Vietnam. Tim berjuluk Gajah Perang itu unggul agregat 2-0 dari skuat Golden Stars Warriors.
Jelang berjumpa timnas Indonesia, Alexandre Polking memandang bahwa anak asuh Shin Tae-yong punya performa apik dengan mengandalkan kecepatan yang dimiliki.
Bahkan Polking menyebutkan bahwa timnas Indonesia juga sama bahayanya dengan Vietnam. Oleh sebab itu, dia pun bakal waspada.
"Mereka (timnas Indonesia) memiliki banyak pemain lincah, bermain cepat dan tidak takut mencoba mencetak gol lima kali, gagal lima kal., demi meraih kemenangan," ucap Polking dikutip dari Zing News, Senin (27/12/2021).
"Mereka sama bahayanya denga tim Vietnam," imbuh pelatih berusia 45 tahun itu.
Memang timnas Indonesia sejauh ini mengandalkan permainan cepat dari wingernya, seperti Irfan Jaya, Witan Sulaeman, dan Ramai Rumakiek.
Kendati demikian, Polking masih percaya diri bahwa anak asuhnya bisa mengalahkan timnas Indonesia. Sebab, dia sudah menganalisis permaina lawan secara langsung.
"Thailand punya kepercayaan diri. Yang utama sekarang adalah ide untuk pertandingan berikutnya, bukan di latihan. Saya telah menyaksikan pertandingan Indonesia secara langsung di lapangan," katanya.
Baca Juga: Pemain Andalan Thailand Absen Lawan Indonesia di Leg Pertama Final Piala AFF
Adapun pertandingan final Piala AFF 2020 antara Indonesia vs Thailand bakal berlangsung dua leg pada 29 Desember dan 1 Januari 2022.
Tag
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
-
Ajax Pamerkan Sesi Latihan Maarten Paes, Peluang Debut Lawan Fortuna Sittard Terbuka
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan