Kekayaan berlimpah membuat Man City tak kesulitan untuk membentuk suatu tim Esports, hal itu sangat ditunjukkan secara serius.
The Citizen bahkan merektu Kieran 'Kez' Brown untuk tim FIFA mereka, tak heran mengapa Man City melakukan demikian demi menjaga citra klub tersebut.
Valencia merupakan tim pertama sepak bola yang bisa dianggap paling serius mempersiapkan diri dengan tim Esports mereka.
Total memiliki empat divisi dalam Esports mereka, yakni Hearthstone, League of Legends, FIFA dan Rocket League.
Tak heran jika klub yang bermarkas di Stadion Mestalla ini sukses menorehkan prestasi yang membanggakan di dunia Esports profesional.
Ajax Amsterdam
Pada 2016 lalu, tim sepak bola langganan juara Liga Belanda ini memiliki tim Esports yang disegani banyak klub lain.
Legenda klub, Edwin van der Sar turut menjadi salah satu ikon yang menyerahkan jersey untuk pemain Esports divisi FIFA milik Ajax.
Baca Juga: Petinggi Barcelona Buka Suara, Lionel Messi Kembali ke Camp Nou?
PSV Eindhoven
Menjadi pesaing bagi Ajax yang juga membentuk tim Esports pada 2016, PSV memulai debut di dunia Esports dengan mendirikan divisi FIFA 17.
Saat itu FIFA 17 memang menjadi salah satu Esports yang tengah digandrungi banyak penggemar sepak bola.
Santos
Mantan klub sepak bola yang pernah dibela Neymar hingga melambungkan namanya sampai direkrut Barcelona ini juga memiliki divisi Esports.
Santos sangat serius dalam pembentukan Esports, sampai-sampai melakukan merger dengan tim Dexterity untuk selanjutnya membentuk divisi Call of Duty dan League of Legends.
Selain itu juga Battlefield 4 dan Crossfire yang saat itu memang sedang digandrungi banyak masyarakat.
West Ham United saat ini menjadi klub yang diperhitungkan di Liga Inggris, namun mereka tak hanya disegani di kompetisi domestik dan Eropa lewat sepak bola.
Akan tetapi juga memebentuk tim Esports, bahkan merekrut Sean 'Dragon' Allen yang bermain di divisi FIFA.
Galatasaray
Raksasa Turki ini bisa dibilang sedikit terlambat membentuk tim Esports, setelah Fenerbahce dan Besiktas lebih dulu melakukannya.
Pada 2016 lalu, Galatasaray membentuk tim Esports divisi League of Legends pada 2016 dengan nama Galatasaray Esport.
Kontributor: Eko Isdiyanto
Tag
Berita Terkait
-
Kegagalan Arsenal di Liga Champions, Taktik Parkir Bus Mikel Arteta Berujung Petaka di Budapest
-
Marquinhos Bocorkan Obrolannya dengan Gabriel Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions
-
Declan Rice: Ini Seperti Lotre
-
Atletico Madrid Bidik Pemain Keturunan Indonesia Siap Gelontorkan Dana Rp1 T Lebih
-
10 Tim yang Pernah Juara Back-to-Back Liga Champions: PSG Masuk Daftar Elit!
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Hasil Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Bantai Myanmar
-
Sosok 'Pemain Super' Piala Dunia Berdasarkan Statistik: Sundulan Klose, Visi Modric, Skill Messi
-
Dari Messi hingga Maradona, Ini Pemain dengan Caps Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
-
Resmi Pensiun, James Milner Tulis Pesan Menyentuh untuk Leeds United
-
Belum Ada Pembicaraan Konkret, Gelandang Napoli Antonio Vergara Batal ke Tottenham?
-
Allano Lima Tinggalkan Persija Jakarta, Minta Maaf Gagal Persembahkan Gelar Juara
-
Kontrak Francisco Rivera Diperpanjang Persebaya, Bernardo Tavares Beberkan Catatan Evaluasi
-
FIFA Perketat VAR di Piala Dunia 2026, Taktik Bola Mati Ala Inggris Bisa Dianulir
-
Bukan Ronaldo atau Messi, Ini 5 Pencetak Gol Tertua dalam Sejarah Piala Dunia!
-
Calvin Verdonk dan Joey Pelupessy Belum Gabung Timnas Indonesia Jelang vs Oman dan Mozambik