Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengaku sampai dengan saat ini belum berbuat apapun mengenai kelanjutan proses naturalisasi tiga pemain keturunan Indonesia. Seperti diketahui, ada dokumen yang kurang sehingga proses belum bisa berjalan dengan baik.
Dokumen tersebut adalah surat perpindahan kewarganegraan dari pemerintah negara yang bersangkutan. Seperti diketahui saat ini ada tiga pemain yang diproses yaitu Sandi Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama.
Artinya dibutuhkan surat dari pemerintah Spanyol untuk Jordi Amat dan Sandy Walsh serta surat pemerintah Belanda untuk Shayne Pattynama. Setelah proses itu selesai baru bisa dilanjutkan dari Kemenkumham.
“Itu harus PSSI dong, kami urusannya dengan pemerintah, dan kalau dengan PSSI sana ya harus dengan PSSI,” kata Menpora Zainudin Amali di Gedung Kemenpora, Jakarta, Jumat (30/3/2021).
Beberapa waktu lalu anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani menyebut kalau Amali telah membantu menyurati perwakilan dari negara asal Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama.
Akan tetapi, Amali mengaku belum melakukannya. Sebab, itu menjadi urusan PSSI.
"Pokoknya begini, admistrasi lengkap oke jalan. Kalau yang dari sini (Kemenpora) sudah saya tandatangani, kan saya hanya mendatangi surat pengantar, kemudian kelengkapannya apa yang disiapkan oleh PSSI," sambungnya.
Zainudin Amali mengakui kalau pemerintah hati-hati dalam memproses para pemain blasteran tersebut. Jangan sampai, kasus sebelumnya terulang kembali, seperti Marc Klok yang harus menunggu beberapa bulan untuk bisa membela timnas Indonesia karena tak bisa membuktikan keturunannya.
"Masih proses administrasi, saya sekali lagi sangat hati-hati, kami tidak mau naturalisasi buru-buru begitu dinaturalisasi enggak bisa dimainkan di timnas, ada pengalaman Ezra Walian dan Marc Klok, harus menunggu," pungkasnya.
Baca Juga: Positif COVID-19, Carlo Ancelotti Terancam Tak Bisa Dampingi Real Madrid di Markas Chelsea
Berita Terkait
-
FIFA Restui Awaydays di Super League, tapi Persija-Persib dan Arema-Persebaya Tak Masuk Hitungan
-
Erick Thohir Ogah Sepak Bola Wanita Jadi Proyek Sesaat: IWL Harus Berumur Panjang
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review