Suara.com - Bali United memutuskan untuk mempertahankan tiga gelandangnya untuk mengarungi Liga 1 musim depan, yaitu Fadil Sausu, Ahmad Agung dan Hariono.
Pemain pertama yang ditetapkan kontraknya adalah Ahmad Agung. Pemain yang dipinjamkan dari Persik Kediri di paruh kedua musim 2021/2022 itu resmi melanjutkan perjalanan kariernya bersama Serdadu Tridatu.
Bersama Bali United, proses adaptasi tidak begitu sulit dikarenakan pada musim pertama meraih trofi di tahun 2019, Ahmad Agung juga memainkan peran.
“Agung sudah bantu tim juara dua kali di tahun 2019 dan datang paruh kedua di musim 2021/2022. Pemain sudah paham adaptasi tim dan juga taktikal dari tim ini," kata Stefano Cugurra, Senin (11//2022).
"Agung punya postur bagus buat duel bola atas. Pemain punya marking kuat juga terhadap lawan. Agung masih muda pasti bisa perbaiki yang kurang. Mudah mudahan bisa bantu Bali United buat tim punya prestasi bagus di AFC CUP nanti,” sambung pelatih asal Brasil itu dikutip laman resmi klub.
Selain Ahmad Agung, dua pemain senior berpengalaman lainnya juga turut serta masuk dalam radar skema dari pelatih asal Brasil ini.
Mereka adalah Fadil dan Hariono yang menurut Teco menjadi kunci dari kesuksesan Bali United mempertahankan gelar juara Liga 1 di Indonesia.
“Hariono maupun Fadil adalah dua pemain bagus di sektor gelandang. Fadil adalah kapten tim sejak Bali United hadir di kompetisi sepak bola Indonesia. Fadil juga membawa Bali United juara pertama kali di tahun 2019," jelas lelaki yang akrab disapa Teco.
"Sementara Hariono adalah pemain berpengalaman yang sudah 10 tahun lebih membela Persib Bandung dan datang ke Bali United untuk membuktikan dirinya bisa membantu kembali juara Liga 1 di musim 2021/2022. Tentu pengalaman mereka di lapangan hijau ini menjadi modal bagus untuk tim di musim yang baru,” jelasnya.
Sementara itu, total pemain yang dilepaskan Bali United sejauh ini ada lima pemain. Mereka adalah Wawan Hendrawan, Samuel Reimas, Michael Orah, Dias Angga Putra dan Taufiq.
Berita Terkait
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Hasil BRI Super League: Taklukkan Bali United, MU Menjauh dari Zona Merah
-
Libas PSM Makassar, Bali United Raih 3 Kemenangan Beruntun
-
Link Live Streaming Bali United vs PSM Makassar, Momentum Juku Eja Lepas dari Papan Bawah?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati