Di leg pertama, Ajax mampu menang 1-0 di markas Tottenham. Kedigdayaan Ajax saat itu makin menjadi-jadi di leg kedua yang berlangsung di markasnya sendiri dengan tambahan dua gol di babak pertama, sehingga agregat menjadi 3-0.
Namun di babak kedua, Tottenham mampu membalas keunggulan agregat tiga gol itu lewat Hattrick Lucas Moura sehingga The Lilywhites pun berhak melangkah ke final usai unggul agregat gol tandang atas Ajax.
3. AS Roma vs Barcelona (Agregat 4-4)
Bukan sekali saja Barcelona merasakan Comeback dari lawannya di Liga Champions. Jauh sebelum di-Comeback Liverpool, Blaugrana pernah merasakan Comeback AS Roma.
Hal tersebut terjadi di perempat final Liga Champions 2017-2018. Saat itu, Barcelona unggul di leg pertama dengan skor 4-1 atas AS Roma.
Namun di leg kedua di Stadion Olimpico, AS Roma mampu mengejar ketertinggalan agregat itu dengan kemenangan 3-0 atas Barcelona, sehingga Il Lupi berhak melangkah ke semifinal dengan keunggulan gol tandang dalam agregat 4-4.
4. Barcelona vs Paris Saint-Germain (Agregat 6-5)
Tak hanya jadi ‘lumbung’ Comeback, Barcelona juga pernah melakukan Epic Comeback di Liga Champions 2016-2017 kala melawan Paris Saint-Germain.
Semula, di leg pertama Barcelona sempat takluk dengan skor 4-0. Skor besar ini pun diyakini sudah memupuskan harapan Blaugrana melaju ke babak perempat final.
Baca Juga: Total Hadiah Liga Champions, Europa League dan UECL, Mana yang Paling Besar?
Namun saat leg kedua yang berlangsung di Camp Nou, Barcelona mampu menang 6-1 atas PSG dan membalikkan keunggulan agregat menjadi 6-5 sehingga berhak ke perempat final.
5. Liverpool vs AC Milan (Skor 3-3)
Comeback bersejarah di Liga Champions tak hanya terjadi di babak Knock Out saja. Di partai final, laga Epic Comeback juga tercipta saat Liverpool berhadapan dengan AC Milan di final 2005.
Di final yang berlangsung di Istanbul itu, Liverpool sempat tertinggal 0-3 dari AC Milan di babak pertama. Namun di babak kedua, The Reds mampu mencetak tiga gol dan menyamakan kedudukan.
Karena skor 3-3 bertahan hingga waktu normal, laga pun dilanjutkan ke babak adu penalti. Alhasil, Liverpool keluar sebagai juara.
6. Manchester United vs Bayern Munchen (Skor 2-1)
Jauh sebelum Comeback apik Liverpool atas AC Milan di final, Liga Champions juga menghadirkan Comeback lain saat Manchester United mengalahkan Bayern Munich di final 1999.
Dalam duel itu, Man United sempat tertinggal 0-1 dari Bayern Munich hingga laga memasuki menit ke-91. Secara matematis, Setan Merah diyakini kalah.
Hanya saja keajaiban tiba di waktu yang ada, di mana Man United mampu mencetak dua gol di masa Injury Time lewat gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer, sehingga Setan Merah keluar sebagai juara.
7. Deportivo La Coruna vs AC Milan (Agregat 5-4)
Pada Liga Champions 2004, Deportivo La Coruna atau Super Depor menciptakan momen Epic usai Comeback atas juara bertahan, AC Milan.
Di babak perempat final itu, Super Depor sempat tertinggal 1-4 di leg pertama di San Siro. Hanya saja, di leg kedua tim asal Spanyol itu berhasil membuat laga menjadi dramatis usai menang 4-0 atas AC Milan.
Berkat kemenangan 4-0 itu, agregat berubah menjadi 5-4 untuk Super Depor yang kemudian melangkah ke semifinal Liga Champions 2004.
8. PSG vs Man United (Agregat 3-3)
Pada Liga Champions 2018-2019 lalu, Man United juga melakukan Comeback apik saat menghadapi PSG di babak 16 besar.
Di leg pertama di Old Trafford, Man United sempat tertinggal dua gol dari PSG. Namun di leg kedua di markas lawannya itu, Man United mampu meraih kemenangan 3-1 atas tuan rumah.
Kemenangan 3-1 itu membuat Man United pun berhak lolos ke perempat final Liga Champions 2018-2019 dengan keunggulan gol tandang dalam agregat 3-3 atas PSG. [Felix Indra Jaya]
Tag
Berita Terkait
-
8 Sejarah Pertemuan Liverpool vs Real Madrid, Siapa Juara Liga Champions?
-
Gara-gara Dua Sosok Ini Telah Menghilang, Gus Nadir Sesumbar Liverpool Bakal Menjuarai Liga Champions
-
Antar Roma ke Final Liga Konferensi, Jose Mourinho Ajak Ancelotti Juara Bareng
-
Deretan Pelatih yang Paling Sering Tampil di Final Liga Champions
-
Bawa AS Roma ke Final Liga Konferensi, Jose Mourinho Menangis hingga Cetak Sejarah
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Regulasi U-23 Dihapus, Wonderkid Persija Pede Rebut Tempat di Era Shin Tae-yong
-
Puji Harry Kane, Declan Rice: Ketajamannya di Piala Dunia Tak Terelakkan!
-
Klasemen Sementara Peringkat Ketiga Terbaik Piala Dunia 2026: Belgia Terancam, Portugal Belum Aman
-
Fakta Menarik Norwegia vs Senegal: Dari Rekor Erling Haaland hingga Sejarah Gol Marcus Pedersen
-
Batal ke Super League? Gelandang Keturunan Maluku Lebih Dekat ke Kasta Teratas Belgia
-
Ketajaman Erling Haaland Menghancurkan Senegal Sekaligus Mengukir Rekor Piala Dunia 2026
-
Aljazair Comeback Kalahkan Yordania 2-1 dan Jaga Asa Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Pratama Arhan ke Persija Jakarta Susul STY?
-
Rekor Gila Kylian Mbapp Warnai Pesta Gol Prancis Saat Bantai Irak 3-0 di Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Mengejutkan Lionel Messi Cetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Meski Gagal Cetak Penalti