Suara.com - Manajer Tottenham Hotspur Antonio Conte menyarankan Mikel Arteta untuk berhenti mengeluh dan fokus pada timnya sendiri setelah bos Arsenal itu mengkritik wasit menyusul kekalahan 0-3 yang memangkas jarak kedua tim dalam persaingan menuju empat besar menjadi hanya satu poin.
Arteta dibuat marah setelah wasit Paul Tierney menunjuk titik putih pada menit ke-22 untuk Tottenham dan sukses dikonversi Harry Kane sebelum kemudian memperlihatkan kartu kuning kedua kepada bek Arsenal Rob Holding 11 menit berelang karena melakukan pelanggaran kepada Son Heung-min.
"Jika saya katakan apa yang saya pikirkan saya diskors selama enam bulan," kata Arteta.
"Saya tidak tahu bagaimana caranya berbohong maka saya memilih untuk tidak mengatakan apa yang saya pikirkan... ini memalukan karena pertandingan yang secantik itu dirusak hari ini," katanya seperti dikutip Antara dari Reuters, Jumat (13/5/2022).
Conte, yang timnya meraih kemenangan berkat dukungan dua gol Kane dan satu tendangan Son, tidak senang dengan penilaian Arteta terhadap wasit.
"Mikel Arteta adalah pelatih yang sangat bagus. Ia baru memulai pekerjaan ini dan saya pikir saya serig mendengar ia mengeluh. Saya pikir ia perlu lebih fokus pada timnya dan tidak mengeluh," katanya.
"Kartu merah itu bagi saya sudah jelas. Jangan lupa melawan Liverpool saya tidak mengatakan apapun tentang apa yang terjadi dengan Fabinho."
Di sisi lain pelatih asal Italia itu menyinggung fakta bahwa pertandingan tersebut dijadwal ulang karena Arsenal kala itu meminta penangguhan dengan alasan COVID-19, padahal hanya ada satu kasus positif COVID-19 di skuad The Gunners kala itu.
"Arsenal bagus menunda pertandingan dengan cara yang luar biasa dengan COVID dan mereka hanya memiliki satu pemain dengan COVID. Saya tidak melupakan ini. Jika dia ingin mengeluh, kami memiliki banyak kemungkinan untuk mengeluh," kata Conte.
Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia U-23 vs Filipina di SEA Games, Jumat 13 Mei
Arsenal yang berada di urutan keempat dengan 66 poin akan bertandang ke Newcastle United pada Senin (16/5/2022), sementara tim asuhan Conte menjamu Burnley sehari sebelumnya.
Berita Terkait
-
Mikel Arteta Kirim Kode Keras, Arsenal Bakal Gila-gilaan di Bursa Transfer Januari
-
Baru Pecat Enzo Maresca, Chelsea Kebut Cari Pemain Baru di Bursa Transfer
-
Arsenal Tertarik untuk Memboyong Arda Guler
-
Manchester City Terpaut 4 Poin dari Arsenal, Pep Guardiola Dituntut Konsistensi
-
Chelsea Coret Empat Nama Calon Pengganti Enzo Maresca, Legenda Arsenal Tak Masuk Daftar
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Inter Milan Tunggu Lampu Hijau Cancelo, Al-Hilal Siap Tanggung Sebagian Gaji
-
Profil Marco Ottolini Direktur Olahraga Juventus yang Baru Ditunjuk, Orang Lama Bianconeri
-
Persik Kediri vs Persib Bandung Resmi Digelar di Stadion Brawijaya, Bobotoh Dilarang Datang
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal dan Dani Olmo Siap Tampil di Derby Barcelona
-
Ruben Amorim Tantang Pemain Muda Manchester United Hadapi Atmosfer Panas Elland Road
-
Detik-detik Emosi Donnarumma Meledak Usai City Ditahan Sunderland, Pep Guardiola Turun Tangan
-
Presiden PSG Untuk Ketiga Kalinya Bebas: Kasus Korupsi Nasser Al-Khelafi Gugur di Pengadilan Swiss
-
Rp 21 Triliun! Komisi Agen Pemain 2025 Meledak 90%, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Lothar Matthaus: Jamal Musiala dan Wirtz Kunci Kebangkitan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
-
Pemerintah Bekukan Timnas Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang Lawan Balik