Suara.com - Bek sayap kiri Syaiful Ramadhan mengatakan bersyukur bisa kembali bergabung dengan PSS Sleman untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2022/23.
Dikutip dari situs resmi klub, Kamis (19/5/2022), sebelumnya Syaiful tercatat sempat membela PSS Sleman pada Liga 1 2021/22 di putaran kedua.
Pemain kelahiran Medan itu mengatakan memberi respon positif kepada manajemen PSS dan merupakan apresiasi tinggi untuknya dipercaya kembali membela PSS Sleman.
"Alhamdulillah bisa bergabung kembali ke PSS Sleman di musim ini. Kemarin bergabung ketika memasuki putaran kedua. Pastinya ada rasa senang bisa dipercaya lagi bisa membela tim kebanggaan warga Sleman," ungkap Syaiful.
"Kenapa saya pilih PSS karena kita semua tahu di PSS ini suporternya luar biasa dalam memberikan dukungan dan fanatisme terhadap tim kebanggaannya. Itulah yang menjadi alasan saya bergabung disini," sambungnya.
Pemain berusia 33 tahun itu menjelaskan, faktor keluarga dan restu dari istri menjadi salah satu pertimbangan utama dirinya untuk kembali bergabung dengan PSS.
Ia pun menjelaskan bahwa dia tidak hanya sekadar bekerja demi profesionalisme, melainkan peningkatan prestasi baik secara individu dan tim.
"Saya pun memilih tim dengan banyak pertimbangan. Saya berkomunikasi dengan istri, selain itu ada tim yang sudah siap bekerja sama dengan, saya pun tunda demi PSS Sleman. Mudah-mudahan saya bisa lebih baik lagi di Sleman ini," tutur Syaiful.
"Target pribadi tentu saja bermain lebih baik lagi untuk tim ini dibandingkan musim kemarin. Untuk tim, mudah-mudahan saya bisa mengangkat tim PSS lebih baik lagi, yakni menaikkan tingkat klasemen yang lebih tinggi dari sebelumnya," sambungnya.
Baca Juga: Pelatih Madura United Fabio Lefundes Benahi Taktik dan Fisik Pemain Jelang Liga 1
Setelah sempat membela PSMS Medan di ajang Liga 2 2021, Syaiful bergabung dengan PSS Sleman pada paruh musim Liga 1 2021/22 dan mencatatkan 11 penampilan untuk tim Super Elang Jawa.
Berita Terkait
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Jadwal Hidup Mati Championship, Garudayaksa FC vs PSS Sleman di Final, Persipura Tantang Adhyaksa FC
-
PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League Usai Hancurkan PSIS Semarang 3-0
-
Ruang VAR Kosong Tak Dijaga Saat Laga Persiba vs PSS Sleman Berjalan, Ini Alasan I.League
-
Link Live Streaming PSS Sleman vs Persipal Palu: Peluang Super Elja Nyaman di Puncak
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati