Suara.com - Laga final Liga Champions 2021/2022 yang mempertemukan Liverpool dengan Real Madrid pada Minggu (29/5/2022) dini hari WIB nanti bakal dipimpin oleh wasit asal Prancis, Clement Turpin.
Clement Turpin akan menjadi pengadil di atas lapangan Stade de France, Paris, untuk duel yang memperebutkan status tim terbaik di Benua Biru.
Kepemimpinan wasit berusia 40 tahun ini jelas bakal menjadi sorotan dari awal laga hingga akhir. Keputusan-keputusan yang kontroversial berpotensi membuatnya jadi buah bibir usai laga.
UEFA jelas tidak sembarangan dalam memilih wasit yang akan memimpin pertandingan penting nanti. Clement Turpin terbilang punya kualitas dan pengalaman mumpuni untuk mengemban tugas tersebut.
Lantas, siapa sosok Clement Turpin ini dan bagaimana kiprahnya di dunia perwasitan?
Profil Clement Turpin
Clement Turpin lahir di Oullins, Prancis, pada 16 Mei 1982. Dia menjadi wasit FIFA dan memimpin laga internasional sejak 2010, namun kariernya dimulai sejak 2006.
Saat itu dia masih menjadi wasit di kompetisi divisi ketiga Liga Prancis. Selama dua musim dia menjabat wasit di sana, ia menjadi wasit Ligue 2 pada 2007 hingga 2009.
Pada perjalanannya itu, Clement Turpin juga beberapa kali sudah menjabat sebagai wasit di Ligue 1. Dia masih menjadi wasit kompetisi tertinggi Prancis itu hingga sekarang.
Baca Juga: Robin van Persie Jagokan Feyenoord Juara Liga Conference, Kalahkan AS Roma 2-1 di Final
Di level internasional, Clement Turpin dipercaya menjadi wasit di Piala Dunia edisi 2014 dan 2018. Dia juga ditugaskan sebagai wasit di Euro 2016 dan Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
Di tahun yang sama, Clement Turpin terpilih sebagai wasit terbaik di Prancis versi majalah French Football. Musim lalu, Turpin dipercaya menjadi wasit di final Liga Europa antara Villarreal melawan Manchester United.
Rekam jejak yang mentereng ini akhirnya membuat Clement Turpin terpilih menjadi wasit di final Liga Champions musim ini. Ia pun sudah pernah memimpin pertandingan dua kontestan di final nanti.
Clement Turpin pernah memimpin 4 pertandingan Real Madrid di Liga Champions yang semuanya berakhir dengan kemenangan. Sedangkan Liverpool dipimpin tiga kali oleh Clement Turpin yang berakhir dengan dua kemenangan dan satu kali hasil imbang.
(Aditia Rizki)
Berita Terkait
-
Main di Liga Champions Musim Depan, Como 1907 Harus Numpang di Markas Jay Idzes Cs
-
Ini Alasan Kick Off Arsenal vs PSG Digelar Lebih Awal, Ada Hubungannya dengan Indonesia
-
Jelang Bentrok Arsenal vs PSG, Pelatih Timnas Prancis Ketar-ketir, Ada Apa?
-
Pantang Terpeleset! Ini Kunci Arsenal Agar Bisa Kalahkan PSG
-
Jejak Kontroversial 10 Tahun Terakhir Daniel Siebert Wasit Final Liga Champions
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Muak dengan Cara Kotor Barcelona, Atletico Madrid Tawar Lamine Yamal dengan Sebungkus Kuaci
-
Main di Liga Champions Musim Depan, Como 1907 Harus Numpang di Markas Jay Idzes Cs
-
Ini Alasan Kick Off Arsenal vs PSG Digelar Lebih Awal, Ada Hubungannya dengan Indonesia
-
Jelang Bentrok Arsenal vs PSG, Pelatih Timnas Prancis Ketar-ketir, Ada Apa?
-
Pantang Terpeleset! Ini Kunci Arsenal Agar Bisa Kalahkan PSG
-
Dari 5 Ribu ke 2,3 Juta Followers dalam 48 Jam! Bek Selandia Baru Tim Payne Mendadak Viral
-
Final Liga Champions: Ini 5 Pemain Kunci Arsenal Kalahkan PSG
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Mengakhiri Trauma yang Menghantui Sejak 1986
-
Anthony Gordon Jadi Pemain Inggris ke-13 di Barcelona: Siapa yang Paling Sukses?
-
Analisis PSG vs Arsenal: Pressing Tinggi, Serang Sisi Kiri, dan Bertahan Mati-matian