Suara.com - Berikut deretan klub yang cocok jadi pelabuhan baru Witan Sulaeman usai memutuskan pergi meninggalkan klub Polandia, Lechia Gdansk.
Witan Sulaeman mengambil langkah besar dalam karier sepak bolanya, usai memutuskan mengakhiri kontraknya bersama Lechia Gdansk.
Pemutusan kontrak dengan kesepakatan bersama antara pemain berusia 20 tahun dan Lechia Gdansk itu diketahui dari laman resmi klub Polandia tersebut.
“Rafal Kobryn dan Witan Sulaeman mengakhiri kontrak mereka dengan klub dengan kesepakatan bersama. Akibatnya, kedua pemain memiliki kebebasan dalam mencari klub baru,” tulis Lechia Gdansk.
Keputusan Witan mengakhiri kontraknya dengan Lechia Gdansk pun mengikuti jejak kompatriotnya, Egy Maulana Vikri, yang lebih dulu pergi dari klub tersebut.
Bedanya, Egy memutuskan pergi usai kontraknya tak diperpanjang, dan berakhir bergabung ke klub kasta teratas Slovakia, FK Senica.
Witan pun sempat menyusul Egy kala dipinjamkan Lechia Gdansk ke FK Senica. Namun karena finansial tim Slovakia itu, keduanya kemudian memutuskan angkat kaki.
Kini Witan pun mengikuti jejak Egy sebagai penggawa andalan Timnas Indonesia yang belum memiliki klub.
Karena tak memiliki klub, muncul banyak spekulasi mengenai masa depan keduanya, terutama Witan yang selama ini menjadi andalan di Timnas Indonesia.
Baca Juga: 3 Klub Liga 1 yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Witan Sulaeman
Usai tak lagi berstatus pemain Lechia Gdansk, kira-kira klub manakah yang cocok sebagai pelabuhan baru Witan Sulaeman kelak?
1. Como 1907
Como 1907 adalah klub sepak bola di kasta kedua Italia, Serie B. Witan Sulaeman dirasa cocok bergabung klub ini, karena klub ini dimiliki oleh orang Indonesia.
Selain itu, Como 1907 juga ditukangi oleh pelatih asal Indonesia, yakni Kurniawan Dwi Yulianto. Sehingga, koneksi Indonesia ini membuat Witan bakal cocok jika berlabuh ke Como FC.
Hanya saja, kemungkinan Witan berkarier di Como 1907 sepenuhnya tertutup. Hal ini lantaran Serie B Italia tak memberlakukan slot pemain non-Eropa.
Meski begitu, jika Como 1907 bisa promosi ke Serie A Italia atau kasta teratas, besar kemungkinan Witan bisa bergabung dengan klub berjuluk Il Lariani tersebut.
Di tengah dukungan agar Witan Sulaeman terus berkarier di Eropa, tak ada salahnya bagi eks PSIM Yogyakarta itu bermain di Liga 1 dengan bergabung Persija Jakarta.
Meski keputusan bergabung dengan Persija bakal menuai polemik, namun Witan akan diuntungkan dengan kondisi yang dimiliki Macan Kemayoran.
Sebagaimana diketahui, Persija dilatih oleh pelatih sekelas Thomas Doll dan juga dihuni penggawa asing berkelas yang bisa membantu progres Witan sebagai pemain.
Selain itu, jika bemain di Liga 1 bersama Persija, Witan akan menjadi andalan dan mendapat menit bermain mumpuni yang berguna baginya jelang Piala Asia 2023 mendatang.
Witan Sulaeman juga bisa memanfaatkan koneksi Indonesia dengan bermain klub Australia yang dimiliki pengusaha Tanah Air, Brisbane Roar.
Brisbane Roar merupakan tim papan atas Liga Australia yang dimiliki oleh Bakrie Group. Meski tengah terseok-seok, klub ini punya sejarah panjang sebagai kontestan Liga Champions Asia.
Witan dan agennya bisa memanfaatkan koneksi Indonesia untuk menjadikan Brisbane Roar sebagai pelabuhan barunya.
Ia bisa saja mengikuti jejak Syahrian Abimanyu yang tak lain kompatriotnya, yang pernah manggung di Australia bersama Newcastle Jets.
4. Seongnam FC
Jika tak berkarier di Eropa, Witan Sulaeman bisa saja berkarier di liga top Asia sekelas Liga Korea Selatan (K-League 1) dengan membela Seongnam FC.
Meski belum ada rumor bagi Witan untuk bermain di Seongnam FC, ada kemungkinan dirinya bisa membela klub tersebut nantinya.
Hal ini tak lepas dari sosok Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas Indonesia. Juru taktik berusia 51 tahun itu diketahui pernah bermain dan melatih Seongnam FC.
Dengan koneksi Shin Tae-yong, bisa saja Witan bermain untuk Seongnam FC atau klub Korea Selatan lainnya, seperti halnya yang Asnawi Mangkualam yang bermain di K-League 2 bersama Ansan Greeners.
Penulis: Felix Indra Jaya
Berita Terkait
-
Disikat Persija 2-3, Hendri Susilo Tetap Angkat Topi untuk Perjuangan Malut United
-
Super League Dapat Dua Slot Kompetisi Asia, Persija-Persib Jadi Wakil Indonesia?
-
Mauricio Souza Blak-blakan Bahas Persaingan Juara Persija vs Persib
-
11 Kartu Kuning Didapat, Mauricio Souza Pasang Badan untuk Allano Lima
-
Cyrus Margono Bikin Carlos Eduardo Tersisih Perlahan di Posisi Kiper Persija
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Bursa Transfer Juventus: Michele Di Gregorio Jadi Biang Kerok, Alisson Becker Masuk Radar
-
Disikat Persija 2-3, Hendri Susilo Tetap Angkat Topi untuk Perjuangan Malut United
-
Tak Gentar Kebijakan Jordi Cruyff, Maarten Paes Siap Rebut Posisi Kiper Utama Ajax
-
Wakil Presiden Galatasaray Kirim Psywar ke Juventus: Kemenangan 5-2 Bukan Kebetulan!
-
Deretan Kontroversi Infantino 10 Tahun Pimpin FIFA: Ucapan Tak Layak hingga Kedekatan dengan Trump
-
John Terry Kecewa Tak Dipilih Jadi Pelatih Chelsea, Merasa Tak Dihargai sebagai Legenda
-
Arsenal Belum Layak, Bayern Munich Jadi Favorit Juara Liga Champions Musim Ini
-
Ambisi Pribadi Maarten Paes: Tak Ingin Diabaikan Pelatih hingga Mau Jadi Kapten Ajax
-
Pundit Belanda: Maarten Paes Bikin Panik Lini Belakang, Itu Bukan Ciri Kiper Berpengalaman!
-
Madura United Perlu Tahu, Persib Bandung Punya 'Win Rate' 100 Persen di Kandang