Suara.com - Penyerang asal Jerman, Timo Werner seperti "hidup kembali" setelah meninggalkan Chelsea demi bergabung dengan klub yang membesarkan namanya, RB Leipzig.
Teranyar, dia membuktikan diri masih bertaji dengan mencetak hattrick dalam kemenangan 8-0 RB Leipzig atas Teutonia Ottensen pada laga babak 32 besar DFB-Pokal, Rabu (31/8/2022).
Dalam pertandingan di Red Bull Arena, Timo Werner sudah mencetak brace atau dua gol saat pertandingan baru berjalan 20 menit. Bahkan, jarak antara gol pertama dan keduanya cuma berselang satu menit.
Setelah unggul 2-0, Leipzig bermain kian menekan. Andre Silva kemudian mencetak gol pada menit ke-40 usai memanfaatkan assist dari Timo Werner.
Seakan tak puas, Werner yang tampil melempem di Chelsea, kembali mencatatkan namanya di papan skor guna menorehkan hattrick pada menit ke-42.
Setelah itu, Leizpig menambah dua gol pada babak kedua via Andre Silva dan Emil Forsberg pada menit ke-53 dan 56.
Usai laga, Timo Werner tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia mengaku senang bisa kembali berperan besar dalam kemenangan tim terutama melalui torehan gol-golnya.
"Menyenangkan! Jelas menyenangkan menang 8-0 di depan fans Anda sendiri. Game-game ini adalah salah satu yang paling sulit yang bisa Anda miliki karena Anda benar-benar harus mengisi peran favorit dan menang," kata Timo Werner dikutip dari laman resmi RB Leipzig.
"Laga ini datang di waktu yang tepat setelah kemenangan pertama kami musim ini melawan Wolfsburg untuk memberi kami kepercayaan diri lebih di depan gawang. Kemenangan ini bisa membantu kami."
Baca Juga: Thomas Tuchel Berharap Chelsea Rekrut Pemain Baru Sebelum Bursa Transfer Tutup
Torehan hattrick di laga ini membuat Timo Werner sudah mengemas empat gol dalam empat pertandingan sekembalinya ke RB Leipzig pada bursa transfer musim panas ini.
Werner seperti "hidup kembali" mengingat kesulitan yang dia dapatkan ketika membela Chelsea dalam dua musim terakhir. Secara keseluruhan, striker 29 tahun itu cuma mampu menorehkan 23 gol dan 21 assist dari 89 laga dalam dua musim berseragal The Blues.
Berita Terkait
-
Hasil Bola Tadi Malam: Chelsea Tersungkur di Markas Southampton, AS Roma Gilas Monza
-
Southampton vs Chelsea: The Blues Takluk di St Mary Stadium
-
Link Live Streaming Southampton vs Chelsea, Laga Pekan Kelima Liga Inggris
-
Kisah Ross Barkley, Dulu Dipuji Xavi, Kini Diputus Kontrak Chelsea
-
Prediksi Southampton vs Chelsea di Liga Inggris Malam Ini, 31 Agustus 2022
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Meksiko Hentikan Ekuador, Raih Kemenangan Babak Gugur Piala Dunia Pertama dalam 40 Tahun
-
Rekap Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026 Per 1 Juli: Prancis, Brasil, dan Norwegia ke 16 Besar
-
Rekor Gila Erling Haaland di Piala Dunia 2026: Tembus 60 Gol Internasional Tercepat dalam Sejarah!
-
Kata-kata Pelatih Ekuador Timnya Gugur dari Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
-
Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia
-
Hasil Piala Dunia 2026, Meksiko Lolos Babak 16 Besar Usai Bungkam Ekuador 2-0
-
Kylian Mbappe Tempel Lionel Messi! Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Makin Panas
-
Thomas Tuchel Waspadai Perlawanan RD Kongo di Tengah Krisis Lini Belakang