Suara.com - Timnas Thailand U-20 seakan terkena karma. Setelah dianggap mencurangi Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2022, mereka terancam gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023 di Uzbekistan.
Sebagai informasi, seluruh tim nasional U-20 negara-negara Asia belum lama ini melakoni Kualifikasi Piala Asia U-20 2023.
Sejak digelar pada awal September, total 9 dari 10 grup telah menggelar seluruh pertandingan untuk memperebutkan tiket ke putaran final.
Tiket ke putaran final sendiri akan diberikan AFC selaku penyelenggara kepada juara grup dan lima runner up grup terbaik saja.
Karenanya, seluruh tim yang berada dalam 9 grup tersebut, berjuang mati-matian dan tampil prima demi menyabet tiket lolos ke Piala Asia U-20 2023.
Penampilan maksimal dari seluruh tim yang ada pun membuat beberapa negara yang punya kultur sepak bola kuat terancam tak lolos dan gagal tampil di Piala Asia U-20 2023.
Salah satunya adalah Thailand. Tim Gajah Perang yang dikenal sebagai negara kuat di sepak bola Asia Tenggara, malah terancam gagal mengikuti jejak Timnas Indonesia dan Vietnam lolos ke ajang tersebut.
Thailand terancam gagal usai hanya puas menjadi runner up grup G di belakang Oman, usai mengumpulkan 6 poin saja dan selisih plus 3 gol.
Sejatinya, perolehan poin dan selisih gol yang dimiliki Thailand sama persis dengan Oman. Hanya saja, tim Gajah Perang kalah Head to Head dengan sang juara grup.
Nahasnya lagi, Thailand yang jadi runner up Grup G, untuk sementara harus puas berada di posisi kelima klasemen runner up grup terbaik atau batas terakhir tim yang bisa meraih tiket.
Thailand yang punya poin 6 dan selisih plus 3 gol, tepat berada di belakang Syria yang punya poin dan selisih gol sama. Bedanya, tim Gajah Perang kalah dari poin kedisiplinan.
Mengingat grup H yang berisikan Australia, Irak, India, dan Kuwait belum bertanding, posisi Thailand di klasemen Runner Up grup terbaik pun terancam tergusur sehingga berpotensi gagal tampil di Piala Asia U-20 2023.
Hal ini pun menjadi semacam karma bagi Thailand U-20 yang sempat mengerjai Indonesia di Piala AFF U-19 2022 beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, pada Piala AFF U-19 2022 lalu Thailand sempat mengerjai Indonesia kala ‘bermain mata’ dengan Vietnam di laga terakhir fase grup.
Laga terakhir itu merupakan laga penentuan, di mana Thailand dan Vietnam hanya perlu hasil imbang untuk lolos babak grup.
Sedangkan Timnas Indonesia harus berharap Thailand dan Vietnam saling mengalahkan agar bisa lolos dari babak grup.
Namun yang terjadi, Thailand dan Vietnam malah ‘bermain mata’ dan memilih bermain imbang 1-1. Aksi ini bahkan menjadi sorotan karena kedua tim nampak tak bermain dengan sungguh-sungguh.
Karena aksi main mata tersebut, Timnas Indonesia U-19 pun gagal lolos babak grup, dan menanggung malu mengingat statusnya sebagai tuan rumah.
Kini, Thailand dan bahkan Vietnam harus menelan karmanya. Tim Gajah Perang terancam gagal lolos ke Piala Asia U-20 2023 dan The Golden Star harus lolos ke ajang ini lewat jalur Runner Up grup terbaik usai dihajar Timnas Indonesia U-19 di laga terakhir grup F.
Kontributor: Felix Indra Jaya
Tag
Berita Terkait
-
Meski Bau Sampah, PSSI Sebut Stadion GBT Layak Jadi Venue Sepak Bola Internasional
-
PSSI Apresiasi Pemkot Surabaya yang Gratiskan Stadion GBT, Kembali Sindir JIS?
-
Muhammad Ferarri Siap Tanggung Beban Lebih Berat usai Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Senior
-
Muhammad Ferarri Ungkap Cara Timnas Indonesia Comeback dan Runtuhkan Dominasi Vietnam
-
Media Vietnam Kritik Selebrasi Timnas Indonesia U-20: Sudah Seperti Juara Turnamen Besar
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Modal Pesta Gol, Beckham Putra Optimistis Persib Tundukkan Persebaya
-
Badai Cedera Manchester United: Perkembangan Pemulihan Matthijs de Ligt Berjalan Lambat
-
Dulu Bikin Gol Cantik ke Gawang Jepang, Pemain Keturunan Ini Malah Tak Bisa Dinaturalisasi PSSI
-
Detik-detik Menegangkan Lionel Messi Tersungkur Diterjang Fans dan Sekuriti di Puerto Rico
-
Pascal Struijk Lebih Pilih Inggris Ketimbang Timnas Indonesia Andai Gagal Bela Belanda
-
Jepang Dilarang Iri, Timnas Indonesia Lebih Hebat dari Raksasa Asia dalam Aspek Ini
-
Efek Maarten Paes? Ajax Suguhkan Kuliner Khas Indonesia saat Makan Siang, Ada Rendang hingga Soto
-
Eks Klub Justin Hubner Menggila, Jaga Asa Bertahan di Premier League usai Bungkam Aston Villa
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire