Suara.com - Pelatih Timnas Belanda, Louis van Gaal memberi dukungannya terhadap keluarga pekerja migran yang meninggal dunia saat bekerja membangun stadion Piala Dunia 2022 Qatar. Dia mendesak agar tuan rumah dan FIFA membayar kompensasi kepada para korban.
Amnesty International telah memimpin dukungan untuk mendesak Qatar dan FIFA memberikan dana kompensasi kepada keluarga yang belum menerima haknya karena tidak adanya post mortem dan kematian mereka tidak dianggap kecelakaan industri melainkan penyebab alami.
Padahal, para pekerja yang meninggal ini mayoritas masih relatif muda dan harus bekerja berjam-jam di bawah suhu panas yang luar biasa di Qatar.
Pada bulan Juli, Organisasi Hak Asasi Manusia Human Rights Watch, Amnesty International, dan Fairsquare menulis kepada 14 mitra perusahaan FIFA dan sponsor Piala Dunia untuk meminta menyelesaikan masalah penyalahgunaan pekerja migran yang terkait dengan persiapan Piala Dunia 2022.
Sekarang dua bulan sebelum Piala Dunia dimulai di Qatar, Louis van Gaal yang merupakan eks manajer Manchester United menyuarakan dukungannya atas gagasan tersebut.
Dia bersikeras FIFA harus menghadapi konsekuensinya saat dia menyerah pada keputusan "pintar" mereka untuk tetap memberikan Qatar status tuan rumah Piala Dunia 2022.
"Tentu saja, saya mendukung dana kompensasi (untuk para korban penyalahgunaan tenaga kerja dalam membangun stadion Piala Dunia di Qatar) dan saya pikir itu harus terjadi terutama ketika Anda menganggap bahwa miliaran, maksud saya jutaan orang bahwa FIFA mendapat untung dari turnamen," kata Louis van Gaal dikutip dari The Daily Mail, Rabu (21/9/2022).
"Jika mereka sangat pintar untuk mengatur Piala Dunia di sana, mereka harus berdiri dengan semua yang datang setelah keputusan itu."
Van Gaal tidak sendirian dalam dukungannya untuk dana kompensasi tersebut, bahwa sebanyak 67 persen orang dewasa yang mengikuti jajak pendapat YouGov yang ditugaskan oleh Amnesty International percaya FIFA harus menggunakan pendapatan Piala Dunia 2022 untuk memberikan kompensasi kepada pekerja yang telah menderita.
Baca Juga: Cedera Engkel Tak Separah yang Diperkirakan, Asa Marco Reus Main di Piala Dunia 2022 Membuncah Lagi
Dukungan itu naik menjadi 84 persen bagi mereka yang kemungkinan akan menonton setidaknya satu pertandingan di turnamen. Jajak pendapat ini mensurvei lebih dari 17.000 orang dewasa di 15 negara, termasuk Argentina, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Kenya, Meksiko, Maroko, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat.
Tidak diketahui apakah Inggris akan bergabung dengan panggilan untuk dana kompensasi yang akan dibentuk, tetapi Gareth Southgate dan FA diharapkan membuat pernyataan yang jelas tentang hak asasi manusia di Qatar minggu ini.
Manajer Inggris telah mengangkat masalah hak asasi manusia pekerja sebelumnya sementara Kapten Harry Kane mengatakan dia akan berbicara dengan sesama kapten internasional tentang pemain yang membuat gerakan simbolik bersama dalam mendukung hak asasi manusia.
Menanggapi survei tersebut, FIFA berjanji akan mencari solusi dan langkah yang memungkinkan untuk memberikan dana kompensasi untuk para pekerja yang menjadi korban dalam pembangunan stadion Piala Dunia 2022.
"FIFA akan melanjutkan upayanya untuk memungkinkan remediasi bagi pekerja yang mungkin terkena dampak buruk dalam kaitannya dengan pekerjaan terkait Piala Dunia FIFA sesuai dengan kebijakan dan tanggung jawab hak asasi manusia di bawah standar internasional yang relevan," demikian pernyataan FIFA.
Berita Terkait
-
Rusia Dilarang Tampil di EURO 2024 Buntut Invasi ke Ukraina
-
Dicibir karena Masuk Skuad Timnas Indonesia, Ini 3 Kelebihan M Rafli yang Tak Banyak Orang Tahu
-
Pemain yang Comeback ke Timnas Indonesia untuk Laga Kontra Curacao, Ada Pemain PSM
-
Langganan Timnas Indonesia yang Tak Dipanggil Shin Tae-yong Lawan Curacao
-
Kesempatan Bela Timnas Indonesia Begitu Berharga, Marc Klok Sudah Tak Sabar Unjuk Gigi Lawan Curacao
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Eksklusif! Eks PSG Layvin Kurzawa Buka Suara: Soal Bobotoh dan Pilih Persib Bandung
-
Inter Milan Sapu Bersih 7 Laga Tandang, Cristian Chivu Masih Belum Puas
-
Profil Dzikry Lazuardi, Analis Baru Timnas Indonesia Era John Herdman
-
Detik-detik John Herdman Dapat Asisten Pelatih Lokal untuk Timnas Indonesia
-
John Herdman Blusukan ke Eropa, Aksi Kevin Diks dan Dean James jadi Sorotan
-
Hansamu Yama Jadi Pahlawan Kemenangan Arema FC atas Persijap
-
Tak Lagi Tinggal di Hotel, Marcus Rashford Dipastikan Angkat Koper dari Manchester United
-
Miliano Jonathans Bersinar Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Alasan Pemain Keturunan Palembang Tinggalkan Eropa Demi Persib Bandung
-
Wonderkid Arsenal Keturunan Indonesia Bikin Hattrick, Bakal Dilirik John Herdman?