Suara.com - Marcell Januar mengaku senang bisa mengikut pemusatan latihan atau training camp (TC) Timnas Indonesia U-19 yang dipimpin Shin Tae-yong di Turki.
Meski latihan yang diberikan Shin Tae-yong terbilang keras, Marcell Januar mengaku bisa melahap menu yang disodorkan.
"Perasaan saya sangat senang, bagus sekali. Di sini saya berusaha untuk mengikuti program yang diberikan, semoga dapat menjadi yang lebih baik lagi ke depannya," kata Marcell dilansir dari laman Persis, Sabtu (29/10/2022).
Selama di Turki, Marcell dan para penggawa Timnas Indonesia U-19 lainnya menjalani beragam program latihan untuk meningkatkan kebugaran dan kemampuan. Latihan yang meraka jalani terbilang berat, namun sangat bermanfaat bagi tim Merah Putih.
Mulai dari melatih otot di gym, hingga melakukan adaptasi latihan di atas lapangan. Terlebih, cuaca lokasi TC Timnas Indonesia U-19 di Turki saat ini dingin.
"Ada banyak pola latihan yang sudah diberikan ke para pemain. Mulai dari gym secara rutin, meningkatkan passing dan ball possession, lalu ada game setengah lapangan serta agility," terang Marcell.
"Cuaca dingin di Turki juga membuat kita harus lebih beradaptasi lagi sih selama latihan," pungkas wonderkid Persis Solo tersebut.
Selain berlatih, Timnas Indonesia U-19 sudah dua kali menggelar uji coba melawan klub lokal Cakallikli Spor dengan kemenangan 2-1 pada 24 Oktober lalu.
Namun di laga uji coba kedua, anak asuh Shin Tae-yong takluk dari Turki U-20 dengan kedudukan 1-2.
Garuda Nusantara akan kembali menjalani dua laga uji coba melawan Moldova pada tanggal 1 dan 4 November mendatang.
Baca Juga: PSSI Menanti Nama Pemain Keturunan Lain dari Shin Tae-yong
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey