Suara.com - Pelatih AS Roma, Jose Mourinho tidak menampik kemenangan susah payah timnya atas tuan rumah Hellas Verona sedikit dinaungi keberuntungan. Meski demikian, dia menyebut raihan tiga poin itu juga tak lepas dari kerja keras para pemainnya.
Duel Hellas Verona vs AS Roma tersaji dalam matchday ke-12 Liga Italia 2022-2023. Laga yang bergulir di Stadio Marc'Antonio Bentegodi, Selasa (1/11/2022) itu berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tim tamu.
AS Roma tertinggal lebih dulu dalam laga ini setelah Pawel Dawidowicz merobek gawang Rui Patricio pada menit ke-26, sebelum diganjar kartu merah 10 menit kemudian.
Ya, Dawidowicz sang pencetak gol Hellas Verona diusir wasit pada menit ke-36 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Nicolo Zaniolo. Nama terakhir kemudian mencetak gol penyama kedudukan untuk Roma jelang berakhirnya babak pertama.
Selepas jeda, AS Roma kesulitan untuk membongkar pertahanan Hellas Verona kendati unggul jumlah pemain. Gol kemenangan Giallorossi pun baru tercipta di menit akhir melalui Cristian Volpato (88') dan Stephan El Shaarawy (90+2').
“Ketika Anda menang di menit ke-90, Anda dapat berbicara sedikit tentang keberuntungan, tetapi kami mencari keberuntungan selama 45 menit [babak kedua]," kata Jose Mourinho dikutip dari Football Italia, Selasa (1/11/2022).
Di sisi lain, Jose Mourinho turut bersimpati dengan Hellas Verona yang dia anggap sudah memberikan menampilan yang sangat baik tetapi harus kalah dengan cara menyesakan.
“Ada perasaan dukungan untuk Verona. Karena mereka berjuang keras untuk mendapatkan satu poin. Pelatih muda, bagus, dia mengatur tim dengan baik saat bermain dengan 10 orang," kata Mourinho.
"Dia menciptakan banyak kesulitan bagi kami. Mereka berjuang, melakukannya dengan baik bahkan unggul beberapa menit dari permainan."
Baca Juga: Inter Ingin Perpanjang Masa Pinjaman Romelu Lukaku dari Chelsea
“Tentu saja saya senang dengan kemenangan ini, saya tidak munafik. Tetapi saya memiliki perasaan positif dengan mereka (Verona) karena klasemen liga sulit tetapi para pemain, pelatih, stadion dan para penggemar [mereka] ... Saya minta maaf," jelasnya.
Berita Terkait
-
AC Milan Telan Kekalahan Kedua di Serie A Musim Ini, Stefano Pioli Jengkel dengan Rafael Leao
-
Hasil Liga Italia: Kalah 2-1, AC Milan Tumbang Di Kandang Torino
-
Simone Inzaghi: Oktober Bulan yang Hampir Sempurna untuk Inter
-
Hasil Liga Italia: Inter Milan Cukur Sampdoria 3-0
-
Hasil Liga Italia Semalam: Juventus Susah Payah Kalahkan Lecce 1-0
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jadwal Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal di Budapest
-
PSG Singkirkan Bayern Muenchen dan Lolos ke Final Liga Champions Dua Musim Beruntun
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026