Suara.com - Pemain Depan Kroasia Andrej Kramaric tak suka perebutan juara 3 antara negaranya dengan Maroko disebut sebagai pertandingan hiburan.
Dia percaya, Timnas Maroko pun sudah mempersiapkan laga itu dengan serius, sama seperti Kroasia.
Sehingga dia menepis anggapan itu akan menjadi kontes yang tidak berarti di Stadion Internasional Khalifa.
"Saya pikir jika Anda mengajukan pertanyaan ini kepada pemain Maroko, saya tidak berpikir mereka akan terlihat seperti itu," kata Kramaric pada konferensi pers, dikutip dari ESPN.
"Mereka berjuang untuk hidup mereka karena jika Anda memenangkan medali di Piala Dunia, Anda menjadi pahlawan abadi di negara Anda. Itu hal yang sama yang akan kami lakukan."
Maroko mengincar peluang untuk menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.
Tetapi perjalanan Atlas Lions berakhir dengan kekalahan 2-0 dari juara bertahan Prancis pada hari Rabu.
Sementara itu Kroasia mencapai final di Rusia pada 2018, tetapi menderita kekalahan 3-0 dari Argentina.
"Delapan dari kami dari [turnamen di] Rusia memahami perasaan memenangkan medali di Piala Dunia dan kami memiliki banyak pemain yang belum mengalaminya dan ingin melakukannya karena itu adalah sesuatu yang akan tetap ada," tutupnya.
Baca Juga: Heboh Pria Mirip Achraf Hakimi Jadi Kasir McDonalds, Netizen: Hakimi Parung Panjang Itu Mah
Laga Piala Dunia 2022 Kroasia vs Maroko akan berlangsung pada Sabtu besok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi