Suara.com - Pada awal musim 2022/2023 ini, mungkin seseorang akan dicap kurang waras jika menjagokan Napoli akan tampil dominan di Liga Italia Serie A. Namun, ternyata Partenopei tampil luar biasa dan kini jadi kandidat kuat juara, mengakhiri puasa gelar Scudetto mereka yang sudah berlangsung 33 tahun.
Selain diarsiteki pelatih Luciano Spalletti yang belum pernah meraih gelar Liga Italia, kehilangan para pemain utama seperti Lorenzo Insigne, Dries Mertens, Fabian Ruiz, dan Kalidou Koulibaly, yang digantikan dengan kedatangan sederet pemain yang namanya kurang populer.
Aroma bersaing untuk sekedar berada di papan tengah menjadi santer tercium di kalangan para penggemar.
Bahkan saat menjalani latihan pramusim di Kota Dimaro, Italia, Spalletti dan presiden Aurelio De Laurentiis sempat mendapat cibiran dari para tifosi lantaran dianggap gagal mempertahankan para pemain bintang.
Namun faktanya setelah menjalani 19 pertandingan Serie A musim ini, Napoli justru kokoh bertengger di pucuk klasemen dengan koleksi 50 poin. Unggul jauh sebesar 12 poin atas tim peringkat kedua AC Milan (38 poin), serta 13 poin atas tim peringkat ketiga Lazio (37 poin).
Dengan mempertimbangkan semua faktor yang ada, sebenarnya tidak ada resep rahasia khusus dari begitu dominannya Napoli di Liga Italia. Strategi pelatih dan strategi perekrutan pemain menjadi dasar dari begitu menggilanya anak-anak dari Selatan Italia ini.
Keberanian manajemen klub untuk mempertahankan Spalletti berbuah manis. Spalletti mampu mengatasi masalah hengkangnya para pemain kunci, untuk membentuk skuad Napoli yang tidak kalah cemerlang tanpa mengandalkan banyak pemain bintang.
Sebagai sosok yang percaya takhayul, dramatis, dan agresif secara verbal, Spalletti seperti menemukan tempat yang nyaman untuk mengaplikasikan gaya sepak bola mengalirnya di Napoli.
Strategi Transfer Brilian
Baca Juga: Dihancurkan Lazio Empat Gol Tanpa Balas, Pioli: AC Milan Belum Menyerah Kejar Scudetto
Strategi transfer menjadi faktor penting dalam keberhasilan Napoli menjadi juara musim dingin Liga Italia 2022/2023. Sebelum musim ini, siapa yang pernah mendengar sepak terjang Khvicha Kvaratskhelia dan Kim Min Jae? Atau siapa yang pernah terbersit bahwa Giovanni Simeone dan Frank Anguissa akan dapat membela tim yang berada di puncak klasemen? Mungkin ada, tapi minoritas.
Urusan perekrutan pemain ini bahkan bukan baru dimulai pada bursa transfer 2022/2023. Kedatangan Juan Jesus pada Agustus 2021 dapat dijadikan sebagai contoh betapa manajemen Napoli jeli melihat pemain bagus tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Saat Spalletti berusaha mendekati pemain Brazil itu, Juan sedang berstatus bebas transfer dan sudah absen bermain selama beberapa bulan.
Demikian juga kedatangan Kvaratskhelia. Pemain Georgia itu mungkin dapat disebut perekrutan terbaik di Liga Italia sejak kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus beberapa tahun silam. Ketenangan dan kemampuan Kvaratskhelia mengatasi tekanan telah membuatnya memberi dampak instan bagi Partenopei di Italia.
Kvaratskhelia tercatat telah menyumbangkan tujuh gol dan tujuh assist dalam 14 penampilannya di Liga Italia musim ini. Ia hanya kalah tajam dari Victor Osimhen yang telah mengukir 13 gol. Dengan popularitasnya yang semakin melambung belakangan ini, tidak heran pemain 21 tahun ini kerap dijuluki Kvara-Dona, sebagai padanan terhadap legenda Napoli dan Argentina yang menjadi nama stadion mereka, Diego Maradona.
Di lini belakang, publik Naples ternyata tidak perlu terlalu lama menangisi kepergian Koulibaly. Kehadiran Kim Min Jae terbukti mampu menjadi batu karang di kotak penalti Napoli. Dengan dibekali fisik mumpuni yakni tinggi 190 centimeter dan berat 88 kilogram, pemain Korea Selatan itu tidak ragu untuk berduel dengan siapapun, dan kerap kali memenangi duel-duel tersebut.
Selain kehadiran pemain-pemain baru, keberadaan pemain lama seperti Osimhen, yang baru didatangkan Napoli pada 2020, juga terbukti merupakan faktor penting kinerja tim. Osimhen dengan cepat membuat para penggemar Napoli tidak terlalu menyesali kegagalan klub mendatangkan Paulo Dybala pada musim panas, dengan kecepatan, kekuatan, dan ketangguhannya di udara, Osimhen telah menjelma menjadi mesin gol yang berbahaya dengan koleksi 13 gol dari 15 pertandingan Liga Italia yang telah dimainkannya.
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Pelatih Sassuolo Bagikan Kabar: Kondisi Jay Idzes Sedikit Lebih Buruk
-
AS Roma Hajar Fiorentina 4-0, Persaingan Tiket Liga Champions Memanas
-
Inter Milan Juara! Cristian Chivu Dedikasikan Gelar Scudetto untuk Para Pendahulu
-
Fakta Unik Inter Milan Scudetto: Pembuktian Manis Cristian Chivu Lawan Mantan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati