Suara.com - Salah satu hal menarik dari klub kasta kedua Liga Belgia, Beerschot VA, yang disebut-sebut akan menjadi pelabuhan terbaru Marselino Ferdinan ialah munculnya nama sang kapten, Ryan Sanusi.
Tentu saja, Ryan Sanusi yang kini menjabat sebagai kapten Beerschot VA itu jadi sorotan tersendiri. Sebab, nama pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini bernuansa Indonesia.
Sebagai informasi, Sanusi yang menjadi nama belakang pemain Beerschot VA itu sudah sangat identik dengan masyarakat Indonesia. Namun, belum diketahui apakah ia mempunyai garis keturunan Indonesia karena nama tersebut.
Sebab, Ryan Sanusi juga sudah sempat menimba ilmu bersama sejumlah klub asal Belanda. Pemain ini nantinya akan menjadi salah satu senior yang membimbing Marselino Ferdinan andai benar-benar bergabung ke Beerschot VA.
Sebetulnya, nama Ryan Sanusi memang sudah sempat mencuri perhatian publik di Indonesia saat dirinya memutuskan klub Prancis.
Ketika itu, ia memang tak masuk jajaran pemain top. Namun, namanya justru yang menjadi pembicaraan di media sosial. Ada banyak netizen yang menanyakan asal-usul pemain yang namanya tak asing di Indonesia ini.
Profil Ryan Sanusi
Ryan Sanusi merupakan pesepak bola kelahiran Borgerhout, Belgia, pada 5 Januari 1992. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu saat ini telah berusia 31 tahun.
Pada masa-masa awal kariernya, Ryan Sanusi sempat menimba ilmu bersama sejumlah akademi seperti Rochus Deurne, Beerschot AC (2010, Willem II (2010-2011).
Baca Juga: Dikabarkan Jalani Tes di KAA Gent, Marselino Ferdinan Dapat Pujian Media Belgia
Setelah beberapa waktu bermain untuk tim junior Willem, Ryan Sanusi lalu menjalani masa peminjaman bersama FC Oss. Sebagian besar waktunya memang bolak-balik memperkuat Willem II dan FC Oss.
Setelah itu, ia sempat bergeser ke Sparta Rotterdam pada 2015. Bersama klub ini, performanya memang sempat mengalami penanjakan.
Sebab, Ryan Sanusi sukses mencatatkan delapan gol dan sebelas assist untuk Sparta Rotterdam dari total 97 penampilannya.
Selanjutnya, Ryan Sanusi meniti karier di Liga Prancis bersama Grenoble Foot 38. Bersama klub Ligue 2 ini, Ryan Sanusi hanya bermain selama satu musim.
Sebab, setelah itu dia memilih untuk berkarier di Belgia setelah direkrut tim kasta kedua, Beerschot VA, pada pertengahan tahun 2019.
Jika merujuk dari Wikipedia, Ryan Sanusi memang tidak memiliki garis keturunan Indonesia. Sebab, ayahnya berasal dari Nigeria sedangkan ibunya adalah warga negara Belgia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati