Suara.com - Pulang kampung Witan Sulaeman ke Indonesia setelah berkiprah di Sepak Bola Eropa, menjadi cerita seru untuk Pelatih Persija Thomas Doll. Bahkan proses rekrut Witan sempat tertunda karena striker itu masih terhubung dengan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
Ceirta itu diceritakan Thomas Doll dalam laman resmi Persija.
Kini Witan Sulaeman menjadi skuad Macan Kemayoran dn menjadi penutup pergerakan Persija Jakarta dalam perburuan pemain di bursa transfer tengah musim.
Thomas Doll memulai cerita dari panjangnya proses pembelian Witan.
“Menurut saya ini proses yang panjang karena jika dipikir lagi, saya masih ingat kapan pertama kali bertemu dengan agen Witan, yaitu Dusan (Bogdanovic). Kami duduk bersama dengan mereka tapi mungkin saat itu waktunya belum tepat. Sebab, dia (Witan) masih punya kontrak dan bermain di Eropa,” tutur Thomas.
Thomas Doll bersama manajeman Persija sudah bicara berbulan-bulan untuk "menjemput" Witan.
“Tapi sejak beberapa bulan yang lalu kami sudah sempat membahas tentang pemain ini (Witan) di tim. Sepertinya sekarang saat yang tepat untuk membawa dia kembali ke Indonesia. Saya tahu dia sangat senang. Sebelumnya saya pun sempat berbicara tentangnya bersama Syahrian Abimanyu karena mereka rekan satu tim di Timnas,” katanya lagi.
Kala itu Persija belum bisa melangkah terlalu jauh untuk mendatangkan Witan. Sebab, soosk berjulukan Baby Shark itu tengah fokus membela Timnas Indonesia yang dipegang Shin Tae-yong sebagai pelatih.
“Saat itu saya belum sempat berbicara dengannya karena saya yakin dia sedang fokus untuk bersiap menjalani laga di Timnas. Tentu waktunya tidak tepat kala itu," kata pelatih asal Jerman itu.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-20 Besutan Shin Tae-yong Jika Persija Tak Kirim Skuad
Namun akhirnya, penantian panjang membuahkan hasil.
"Saat ini saya sangat senang karena kami bisa menyelesaikan semuanya. Benar-benar di hari terakhir saat bursa transfer pemain di Liga 1 akan tutup. Saya yakin dia akan membantu tim ini untuk menyelesaikan sisa pertandingan di Liga 1 2022/2023 dengan baik,” ungkap Thomas.
Witan diboyong ke Jakarta dengan status transfer compensation dari klub Slovakia, AS Trencin.
Pemain kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, 8 Oktober 2001, itu dikontrak dengan masa 3,5 tahun atau 42 bulan.
Dalam pernyataannya di situs resmi klub, Witan Sulaeman merasa bahagia perjalanan hidup membawanya ke Persija.
Di Persija, Witan akan bermain di posisi sayap, sama seperti di Timnas Indonesia. Dia berambisi untuk menjaga kejayaan Persija tak hanya di sepak bola dalam negeri, tapi juga internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
-
Bobby Moore: Legenda dan Kapten Ikonik Timnas Inggris di Piala Dunia
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir