Suara.com - Dari sekian banyaknya nama-nama pemain muda yang dipanggil Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia melawan Burundi pada laga FIFA Matchday, ternyata masih ada penggawa senior yang mendapat panggilan.
Shin Tae-yong memang menciptakan kejutan dengan memanggil sejumlah pemain Timnas Indonesia U-20 untuk menghadapi Burundi pada 25 dan 28 Maret 2023.
Mereka adalah Daffa Fasya, Muhammad Ferarri, Dony Tri Pamungkas, hingga Dzaky Asraf. Nama-nama pemain ini bakal mendapat bimbingan dari sejumlah pemain senior yang dipanggil oleh Shin Tae-yong.
Sejumlah nama pemain senior ini memang sudah sering dipanggil STY untuk memperkuat skuad Garuda. Namun ada satu nama baru yang kembali mendapatkan kepercayaan dari juru taktik asal Korea Selatan itu.
Berikut Suara.com menyajikan tiga nama pemain tertua yang dipanggil Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia pada laga FIFA Matchday melawan Burundi.
Setelah sekian lama absen dari skuad Timnas Indonesia, pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, akhirnya kembali dipanggil Shin Tae-yong.
Riko menjadi salah satu pemain dari enam penggawa Macan Kemayoran yang dipanggil untuk membantu Timnas Indonesia menghadapi Burundi.
Untuk saat ini, Riko termasuk pemain tertua kedua di skuad Garuda. Sebab, usianya sudah menginjak 31 tahun.
Baca Juga: Witan Sulaeman Lagi Melempem, Kenapa Shin Tae-yong Panggil Masuk Timnas Indonesia?
2. Jordi Amat
Bek Johor Darul Takzim (JDT), Jordi Amat, juga termasuk sebagai pemain tertua di skuad Timnas Indonesia yang dipilih Shin Tae-yong untuk menjalani laga FIFA Matchday periode Maret 2023 ini.
Pasalnya, pemain keturunan Indonesia-Spanyol itu sudah berusia 30 tahun. Dia memang menduduki urutan ketiga dalam daftar pemain tertua di skuad Garuda saat ini.
Rekam jejak Jordi Amat yang sudah malang melintang di kompetisi Eropa diharapkan bisa memberikan pengalaman di barisan pertahanan Timnas Indonesia.
Fachruddin Aryanto saat ini berstatus sebagai pemain tertua di skuad Timnas Indonesia yang dipanggil untuk menghadapi Burundi.
Kapten Madura United itu usianya sudah menginjak 34 tahun. Dengan kata lain, dia adalah pemain paling senior dibandingkan semua nama-nama pemain yang ada.
Pengalaman dan kepemimpinan Fachruddin memang masih diandalkan Shin Tae-yong mengingat ia juga berstatus sebagai kapten Timnas Indonesia.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga