- Persija Jakarta dipastikan gagal menjuarai BRI Super League 2025/2026 setelah kalah 1-2 dari Persib Bandung di pekan ke-32.
- Manajer Ardhi Tjahjoko menilai Persija saat ini kekurangan sosok penyerang tajam untuk mencetak gol dibandingkan era Marko Simic.
- Persija mencatatkan 68 poin musim ini, melampaui perolehan poin saat mereka menjuarai kompetisi Liga Indonesia tahun 2018 lalu.
Suara.com - Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, mengungkap perbedaan besar skuad Macan Kemayoran musim 2025/2026 dibanding saat menjadi juara Liga Indonesia pada 2018.
Persija dipastikan gagal bersaing dalam perebutan gelar juara BRI Super League 2025/2026 setelah tumbang 1-2 dari rival abadinya, Persib Bandung, pada pekan ke-32.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri harapan Macan Kemayoran untuk kembali mengangkat trofi liga yang terakhir mereka raih pada musim 2018.
Meski secara permainan dan statistik dinilai lebih baik, Persija musim ini disebut memiliki satu masalah krusial yang menjadi pembeda dibanding skuad juara beberapa tahun lalu.
Persija Dinilai Kehilangan Sosok Goal Getter
Menurut Ardhi Tjahjoko, Persija saat ini tidak memiliki striker tajam yang benar-benar mampu menjadi mesin gol utama seperti ketika masih diperkuat Marko Simic.
“Saya rasa kita tidak punya goal getter seperti zaman dahulu ada Simic. Di sini kita tidak punya goal getter,” kata Ardhi kepada awak media.
“Jadi, bola itu sudah sampai depan, untuk mencetak golnya susah,” lanjutnya.
Produktivitas lini depan Persija musim ini memang menjadi sorotan. Empat penyerang mereka, yakni Alaeddine Ajaraie, Gustavo Almeida, Eksel Runtukahu, dan Mauro Zijlstra, secara total hanya mampu mencetak 18 gol sepanjang musim.
Baca Juga: Rute Konvoi Pesta Persib Bandung Juara Super League 2026, Mulai dari Sini
Jumlah tersebut bahkan sama dengan koleksi gol Simic seorang diri saat membawa Persija menjuarai kompetisi pada musim 2018.
Poin Musim Ini Lebih Tinggi dari Era Juara
Meski gagal juara, Ardhi menilai kualitas permainan Persija musim ini sebenarnya lebih baik dibanding tim juara 2018.
Ia melihat perkembangan dari sisi materi pemain hingga jumlah kemenangan yang berhasil diraih sepanjang musim.
“Kalau saya rasa lebih baik dari 2018. Karena dari materi pemain, kemudian di pertandingan kita lebih banyak menang juga daripada tahun 2018,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, Persija keluar sebagai juara Liga 1 2018 dengan raihan 62 poin dari 18 kemenangan, delapan hasil imbang, dan delapan kekalahan.
Sementara pada musim 2025/2026, Macan Kemayoran sudah mengoleksi 68 poin dari 21 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Namun, catatan impresif tersebut tetap belum cukup untuk membawa Persija kembali ke tangga juara musim ini.
Berita Terkait
-
Ogah Terpeleset di Laga Terakhir, Julio Cesar Minta Pemain Persib Bandung Lakukan Ini
-
Persipura Respons Sanksi Tanpa Penonton Semusim: Sepak Bola Tanpa Suporter Kehilangan Jiwa
-
Gelar Juara Persib di Depan Mata, Julio Cesar Ingatkan Jangan Lengah Lawan Persijap
-
Asisten Bojan Hodak Takut Persib Kalah di Laga Pamungkas dan Gagal Juara
-
Hitung-hitungan Persis Solo atau Madura United yang Bakal Degradasi
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu
-
TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027