Suara.com - Setelah resmi dicopot dari status tuan rumah Piala Dunia U-20, Indonesia mesti berisap-siao menerima sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasional, FIFA. Berikut adalah daftar sanksi terberat FIFA yang mungkin diterima Indonesia.
1. Boikot
Meski FIFA belum resmi mengumumkan, sanksi terberat yang mungkin diterima Indonesia adalah banned atau boikot dari gelaran olahraga FIFA. Jika sanksi ini benar-benar terjadi, kemungkinan bakal ada dampak lain yakni Indonesia yang dikucilkan dari komunitas sepak bola dunia.
"Yang kita khawatirkan adalah andai kita sampai dibanned. Itu berat banget kondisi kita," kata Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (29/3/2023).
Gelombang penolakan terhadap timnas Israel disinyalir sebagai dasar dari keputusan tegas FIFA membatalkan drawing yang sedianya akan digelar di Bali. Indonesia memang dikenal getol membela Palestina, saudara sesama negara muslimnya dalam konflik berkepanjangan dengan Israel yang berpengaruh terhadap iklim sepak bola.
2. Tidak Bisa Mengikuti Kompetisi FIFA
Boikot yang kemungkinan diterima Indonesia akan berdampak secara lebih luas, salah satunya Indonesia tidak akan diizinkan mengikuti kompetisi yang digelar oleh FIFA. Indonesia tidak bisa mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan kalender FIFA dan kehilangan kesempatan kembali untuk dipilih menjadi tuan rumah ajang olahraga. Padahal kompetisi olahraga internasional adalah sarana atlet tanah air mengembangkan diri.
Indonesia bisa jadi akan dicoret sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia 2034. Federasi olahraga dunia akan mempertimbangkan untuk tidak lagi memilih Indonesia sebagai tuan rumah pesta olahraga termasuk olimpiade. Belum lagi kecaman karena publik Indonesia dianggap bertindak diskriminatif mencampuradukan olahraga dengan politik.
3. Timnas Indonesia Kehilangan Kesempatan
Timnas U-16, U-19, dan U-20 dilarang mengikuti ajang sepak bola internasional jika FIFA sampai membekukan PSSI. Tentu saja ini akan mengancam regenerasi sepak bola Indonesia dan menghilangkan potensi pendapatan triliunan rupiah dari bisnis olahraga.
Pembatasan kesempatan juga kemungkinan akan dialami pemain nasional yang merintis karier di kancah sepak bola dunia. Hal ini jelas akan membuat mereka hanya memiliki sedikit peluang memperkuat klub-klub papan atas atau liga bergengsi dunia. Akibat lain, nilai transfer pemain juga bisa turun.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Publik Gerombol Serang Ganjar Pranowo Usai Indonesia Dicoret di Pildun U20 2023:Cuih, Tolak Ganjar Jadi Presiden!
-
Suporter Bola Siap Balas Dendam ke Ganjar Pranowo dengan Cara Ini, Buntut Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20
-
Pemerintah Berharap FIFA Tidak Jatuhkan Sanksi ke Indonesia
-
Broken Heart Dua Maung Ngora Persib Gagal Tampil di Piala Dunia U-20: Terima Kasih Telah Mengubur Mimpi Kami
-
Hasto Kristiyanto Berikan Pembelaan Terkait Penolakan PDIP kepada Timnas Israel di Piala Dunia U20, Kami Sudah Bahas Jauh-Jauh Hari!
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam