Suara.com - Pemain asing Persis Solo, Alexis Messidoro, secara mengejutkan hadir dalam sesi konferensi pers pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menjelang laga melawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday.
Kehadiran Alexis Messidoro dalam sesi konferensi pers Timnas Argentina tersebut mengejutkan para wartawan yang hadir dan membuat mereka tertarik dengan pernyataan Lionel Scaloni selama sesi tersebut.
Alexis Messidoro awalnya tidak diizinkan masuk ke ruang konferensi pers di SUGBK karena tidak memiliki identitas sebagai wartawan. Namun, melalui bantuan jurnalis ternama asal Argentina, Gaston Edul, Messidoro akhirnya diizinkan untuk masuk.
Messidoro duduk di kursi media dan turut menyimak pertanyaan dan jawaban antara wartawan dan Lionel Scaloni. Setelah sesi konferensi pers selesai, awak media berkerumun di sekitar Messidoro dan menanyainya mengapa ia hadir di SUGBK.
Alexis Messidoro merupakan pemain kunci Persis Solo di Liga 1 musim lalu.
Pemain berusia 26 tahun ini memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi Laskar Sambernyawa.
Dalam 33 penampilannya bersama Persis Solo, Messidoro mencatatkan delapan gol dan sembilan assist, dengan hanya absen dalam satu pertandingan. Penampilan impresifnya membuat manajemen klub memberikan perpanjangan kontrak kepadanya.
Kontrak baru tersebut akan mengikat Messidoro dengan Persis Solo hingga 2025, dengan opsi perpanjangan hingga 2027 yang tergantung pada sejumlah faktor.
Alexis Nahuel Messidoro lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 13 Mei 1997.
Baca Juga: Lionel Scaloni Beri Sinyal Mainkan Tim Lapis Kedua, Timnas Indonesia Diremehkan?
Karier sepak bolanya dimulai di klub lokal Almagro.
Pada usia 10 tahun, Messidoro mendapatkan kesempatan untuk berlatih bersama tim terkenal Argentina, Boca Juniors.
Setelah menghabiskan lima tahun di akademi klub tersebut, ia dipromosikan ke tim utama pada tahun 2015. Namun, selama empat musim di Boca Juniors, ia lebih banyak menjalani masa pinjaman di klub lain.
Messidoro pernah bermain untuk klub-klub seperti Sport Boys (2017), Cruzeiro (2017-2018), Talleres (2018-2019), dan Cerro Largo (2019). Setelah itu, ia memutuskan untuk mencari klub baru.
Beberapa klub yang merekrut Messidoro setelahnya adalah Estudiantes de Merida (2020), Platense (2020-2021), Lerapetra (2021-2022), dan akhirnya ia bergabung dengan Persis Solo pada pertengahan tahun 2022.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati