Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan apresiasi kepada para pemainnya atas perjuangan mereka saat menghadapi Argentina dalam FIFA Matchday. Meskipun demikian, ia juga menyadari adanya kekurangan dalam performa timnya. Bahkan menurut Shin Tae-yong ungkap masa depan Timnas Indonesia usai melawan Timnas Argentina dengan hasil kalah.
Dalam pernyataan usai laga, Shin Tae-yong merasa senang melihat pemain muda yang dipercayakan sebagai starter dalam pertandingan melawan Argentina mampu menjalankan instruksinya dengan baik.
Pemain-pemain muda tersebut, seperti Marselino Ferdinan (18 tahun), Ivar Jenner (19 tahun), Rafael Struick (20 tahun), Elkan Baggott (20 tahun), Ernando Ari (21 tahun), Rizky Ridho (21 tahun), dan kapten tim Asnawi Mangkualam (23 tahun), masih berada dalam kelompok U-23.
"Memang uji coba kali ini saya mencoba-coba line up dan bisa dilihat juga dari rata-rata umur pemain timnas di laga ini sekitar 23 tahun. Ivar dan Rafael juga masih muda, Marselino dan Nando juga masih muda, tetapi mereka sudah mau bekerja keras dan mau menjalankan instruksi dari saya sebagai pelatih," ujar Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan ini mengakui bahwa timnya telah menganalisis permainan Argentina dan merasa percaya diri dengan taktik yang diterapkan, meskipun masih terdapat kekurangan.
"Kami sudah analisa Argentina seperti apa dan memang para pemain menyesuaikan dan menjalankan instruksi saya dengan sempurna, namun tetap masih ada kekurangan dan masih jauh jalannya untuk dapat berkembang," lanjutnya.
Lebih lanjut, Shin Tae-yong memberikan apresiasi terhadap mental para pemain Timnas Indonesia yang mampu memberikan perlawanan kepada tim peringkat satu dunia versi FIFA, yaitu Argentina.
"Secara mental para pemain Indonesia tidak gentar dan kalah jauh (dibandingkan Argentina). Jadi dengan pengalaman-pengalaman seperti ini saya harap dapat memotivasi para pemain untuk berkembang. Saya ingin sampaikan kepada pemain terima kasih karena sudah bekerja keras," tambahnya.
Pertandingan tersebut menunjukkan semangat dan keberanian para pemain Indonesia dalam menghadapi tim yang lebih diunggulkan.
Meskipun hasil akhirnya tidak memihak kepada Timnas Indonesia, pengalaman bermain melawan tim kelas dunia seperti Argentina menjadi pembelajaran berharga bagi para pemain muda untuk terus berkembang dalam karier sepak bola mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Kalahkan Brasil, Timnas Indonesia Lolos Final Piala Dunia Mini Soccer 2026
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!