Suara.com - Klub bola Bali United menggaet pemain baru asal Brazil Jefferson Assis untuk melengkapi kuota skuad asing yang memperkuat musim kompetisi 2023/2024.
“Pemain ini hadir untuk melengkapi kekuatan tim di musim depan dan kualitas Jefferson juga sesuai dengan kebutuhan tim pelatih untuk musim mendatang,” kata Chief Executive Officer (CEO) Bali United Yabes Tanuri di Denpasar, Rabu.
Pemain asal Porto Alegre di Negeri Samba itu sebelumnya membela klub asal Liga Malta yaitu Gzira United FC.
Pemain berusia 27 itu masih menyisakan kontrak selama satu tahun sebelum akhirnya Bali United memutuskan untuk membayar biaya transfer kedatangannya.
Namun, Yabes tidak memberikan rincian biaya transfer yang dikeluarkan untuk menghadirkan pemain yang disebut kerap mencetak gol di klub sebelumnya.
Keputusan itu diambil setelah melihat kualitas striker berusia 27 tahun tersebut yang menjanjikan karena statusnya sebagai seorang top skor Liga Malta.
Berdasarkan data Bali United, Jeff dinilai sukses menyumbang 20 gol dan lima kali assist atau operan terakhir sebelum terjadi gol dari 25 penampilannya bersama klub sebelumnya dengan julukan The Maroons.
Kontribusi Jeff tersebut membuat tim lamanya itu berada di urutan ketiga klasemen kasta tertinggi Liga Malta.
Klub bola sebelumnya yakni Gzira United FC berada di bawah Hamrun Spartans dan Birkirkara FC dari total 14 kontestan yang berada di kompetisi tersebut.
Jefferson Assis memulai klub profesionalnya di klub Brazil, Novo Hamburgo sebelum berpetualang ke beberapa klub di negaranya.
Klub tersebut yakni Go Audax, UA Barbarense, Andraus PR, hingga Coritiba FC adalah beberapa klub asal Brazil yang pernah disinggahinya.
Jeff kemudian hijrah ke beberapa klub asal Malta seperti Silema Wander, Nadur Youngster FC hingga Gzira United FC.
Ia juga sempat menjalani masa peminjaman ke salah satu klub asal Uni Emirat Arab, Al-Fujairah SC selama enam bulan sebelum akhirnya kembali bersama Gzira United FC.
Pengalaman di lapangan hijau itu membuat Jefferson Assis diharapkan mampu memberikan penampilan terbaiknya bagi Bali United di musim kompetisi di antaranya Liga 1 Indonesia dan kualifikasi Liga Champions Asia.
Dengan penambahan pemain asing baru itu, maka tim pemain asing sudah lengkap enam orang atau lima orang pemain asing dari negara bebas dan satu pemain dari Asia Tenggara sesuai regulasi baru dari operator kompetisi, Liga Indonesia Baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati