Suara.com - Mantan bintang Inter Milan, Yuto Nagatomo melawan Pratama Arhan dalam Derby Tokyo antara Tokyo Verdy melawan FC Tokyo di babak ketiga Piala Kaisar 2023, Rabu (12/7/2023).
Pertandingan bertajuk Derby Tokyo ini berlangsung sengit. Pasalnya pemenang ditentukan hingga babak adu penalti usai skor imbang 1-1 di waktu normal.
FC Tokyo sendiri akhirnya memenangkan pertandingan setelah unggul 9-8 lewat adu tos-tosan.
Nah, laga Tokyo Verdy vs FC Tokyo juga menjadi sorotan di Indonesia. Sebab, Pratama Arhan tampil sebagai starter dan berada di lapangan hingga 110 menit.
Bahkan eks PSIS Semarang itu nyaris membuat Malu Yuto Nagatomo. Hal itu karena eks Inter Milan menghadang lemparan Arhan.
Walau dihadang Nagatomo, Arhan nyatanya tak gentar. Lemparan jarak jauhnya melaju deras ke gawang lawan, sehingga Tokyo Verdy nyaris membuat gol andai bola tidak terkena tiang.
Di sisi lain Yuto Nagatomo menyentil pelatih Tokyo Verdy, Hiroshi Jofuku usai memenangkan pertandingan bersama FC Tokyo. Pemain berusia 36 tahun ini senang bisa melawan mantan pelatih yang pernah mengasuhnya.
"Derby Tokyo pertama saya dalam 15 tahun. Dan reuni dengan pelatih yang membesarkanku. Saya ingin menunjukkan diri saya dengan warna berbeda dari 15 tahun lalu," tuis Nagatomo di postingan Instagram.
FC Tokyo memang mendominasi ketika melawan Tokyo Verdy yang punya level lebih rendah. Hal itu membuat Nagatomo semringah bisa mengalahkan anak asuh Hiroshi Jofuku.
Baca Juga: Gawat! Timnas Indonesia Dipastikan Tanpa 3 Pemain Ini di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024
"Mendominasi derby dan saya bisa melihat pelatih sebagai lawan seperti amalm panjang dengan kesedihan yang tumpang tindih," imbuhnya.
Sebagai informasi, Nagatomo dan Hiroshi Jofuku memang pernah bekerja sama. Kala itu keduanya adalah bagian dari FC Tokyo.
Menukil dari data Transfermarkt, Nagatomo bermain di bawah asuhan Jofuku selama tiga musim dari 2008 hingga 2010. Selama ditangani pelatih Arhan, eks Inter Milan itu mencatatkan 84 pertandingan dengan catatan enam gol serta empat assist.
Berita Terkait
-
Detik-detik Lemparan Maut Pratama Arhan Buat Komentator Liga Jepang Histeris
-
Aksi Lemparan Maut Pratama Arhan Saat Lawan Tokyo FC di Piala Kaisar 2023: Kiper Langsung Jantungan
-
Tampil 110 Menit Bersama Tokyo Verdy, Pratama Arhan Disorot Akun Liga Jepang
-
Pratama Arhan Gabung Persija Jakarta, Serius?
-
Pratama Arhan, Emperor's Cup Japan dan Hasil Nyata Didikan Shin Tae yong
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati