Suara.com - Nama Kadek Arel mencuri perhatian saat Bali United bertandang ke markas Persib Bandung, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di lanjutan BRI Liga 1 2023/2024.
Bali United melakoni laga pekan keenam Liga 1 melawan Persib. Pertandingan yang berlangsung sengit itu berakhir dengan skor imbang 0-0.
Tidak adanya gol yang bersarang di gawang Bali United salah satu faktornya adalah penampilan impresif Kadek Arel di lini belakang.
Turun sebagai starter dan bermain penuh, bek berusia 18 tahun tersebut mampu mematikan pergerakan pemain-pemain depan Persib macam David da Silva hingga Ciro Alves.
Lantas, seperti apa sepak terjang dari Kadek Arel ini?
Profil Kadek Arel
Sosok bernama lengkap Kadek Arel Priyatna ini lahir di Denpasar, Bali, pada 4 April 2005. Usianya yang masih sangat muda tidak menghalanginya untuk bisa berkarier di level profesional.
Kadek Arel sendiri merupakan jebolan asli Akademi Bali United. Ia mendapat kesempatan debut di tim utama Serdadu Tridatu pada Maret lalu di Liga 1 2022/23.
Pada laga debutnya melawan Persita musim lalu, Kadek turun sebagai starter. Secara keseluruhan di Liga 1 2022/23, Kadek Arel bermain tiga kali di Liga 1.
Baca Juga: Beda Strategi Bojan Hodak dan Luis Milla di Persib Dibahas Teco
Memasuki musim 2023/24, Stefano Cugurra Teco, mulai mempercayakan tempat utama di lini belakang Bali United buat Kadek Arel.
Kadek Arel bahkan menjadi starter dan bermain penuh di dua laga play-off 1 Liga Champions Asia 2023/24 melawan PSM Makassar dan berhasil membawa Bali United lolos ke play-off 2 East.
Kepercayaan Teco pada Kadek Arel terus berlanjut di Liga 1 2023/24. Kadek Arel selalu bermain dalam enam pertandingan yang sudah dilakoni Bali United.
Berkat penampilan impresif Kadek Arel pula Bali United untuk sementara memimpin klasemen sementara Liga 1 2023/24 dengan perolehan 10 poin.
Untuk kariernya di Timnas Indonesia, Kadek Arel pernah dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia U-19 dan U-20.
[Aditia Rizki]
Berita Terkait
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Hasil BRI Super League: Taklukkan Bali United, MU Menjauh dari Zona Merah
-
Libas PSM Makassar, Bali United Raih 3 Kemenangan Beruntun
-
Link Live Streaming Bali United vs PSM Makassar, Momentum Juku Eja Lepas dari Papan Bawah?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati