Suara.com - Persyaratan FIFA terkait stadion sebagai persiapan bagi para calon tuan rumah Piala Dunia 2034 mengalami perubahan yang signifikan. Langkah ini membuka peluang besar bagi Indonesia dan negara-negara Asia lainnya untuk menjadi tuan rumah ajang sepak bola paling bergengsi di dunia. Apakah ini kabar baik untuk Indonesia?
Sebelumnya, FIFA mewajibkan setiap calon tuan rumah Piala Dunia untuk memiliki minimal 14 stadion berstandar internasional, dengan tujuh di antaranya harus sudah ada, sementara sisanya dapat berupa proposal konstruksi. Namun, aturan tersebut telah diubah untuk Piala Dunia 2034.
Dikutip dari Guardian, persyaratan stadion yang wajib ada telah dikurangi secara drastis, dari tujuh menjadi hanya empat stadion. Bahkan, stadion-stadion tersebut boleh berada dalam tahap konstruksi awal saat Piala Dunia berlangsung.
FIFA secara resmi menunjuk Maroko, Spanyol, dan Portugal sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030, dengan Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan menjadi tuan rumah pertandingan pembukaan, merayakan seratus tahun turnamen tersebut.
Hal ini memicu spekulasi bahwa Piala Dunia 2034 mungkin akan diberikan kepada negara di Oseania atau Asia.
Salah satu negara yang menunjukkan minat besar adalah Australia. Namun, mereka dihadapkan pada tantangan besar karena harus memenuhi semua persyaratan sebelum tanggal 31 Oktober 2023.
Sementara itu, Saudi Arabia juga terlihat telah lama bersiap-siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. FIFA tampaknya telah memberikan restu untuk mengakomodasi persyaratan mereka.
Sebelumnya, dalam persyaratan bidding untuk Piala Dunia 2030 dan 2034, asosiasi anggota yang berminat harus mengajukan minimal 14 stadion yang sesuai, termasuk tujuh stadion yang sudah ada, dengan kapasitas minimum 40 ribu penonton, beberapa di antaranya harus mampu menampung antara 60 ribu hingga 80 ribu penonton.
Namun, sebuah laporan terbaru mengungkapkan perubahan signifikan dalam persyaratan ini. Sekarang, calon tuan rumah hanya perlu menyediakan minimal empat stadion yang sudah ada dalam proposal mereka.
Baca Juga: STY Ungkap Alasan Panggil Hokky Caraka dan Dzaky Asraf ke Timnas Indonesia
FIFA menjelaskan bahwa perubahan ini didasarkan pada upaya untuk memastikan keberlanjutan stadion selama turnamen dan untuk menjaga agar infrastruktur tidak ketinggalan zaman, sehingga Piala Dunia tetap memiliki standar tertinggi.
Meskipun persyaratan yang lebih rendah untuk stadion eksisting dapat membantu Saudi Arabia, yang saat ini tidak memiliki infrastruktur yang cukup untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, mereka masih perlu membangun beberapa stadion baru, mirip dengan yang dilakukan Qatar tahun lalu.
Saudi Gazette melaporkan bahwa stadion-stadion baru akan dibangun di beberapa kota, termasuk Riyadh, Qiddiya, Jeddah, Dammam, dan di proyek ambisius NEOM, yang diusulkan sebagai kota gurun modern. Selain itu, negara ini juga berencana untuk memodernisasi stadion-stadion di Riyadh, Jeddah, Dammam, Taif, dan Buraidah.
Langkah ini menandai upaya terbaru Saudi Arabia dalam menggunakan olahraga sebagai alat diplomasi dan untuk membentuk citra baru negara mereka, yang sebelumnya dikenal sebagai negara konservatif.
Perubahan dramatis dalam persyaratan stadion FIFA membuka pintu bagi negara-negara seperti Indonesia dan Australia untuk mengejar impian menjadi tuan rumah Piala Dunia dan membawa pesta sepak bola terbesar ke kawasan Asia.
Berita Terkait
-
Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Brunei Darussalam Tak Incar Kemenangan?
-
Brunei Darussalam Bawa 25 Pemain Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Tak Ada Pesepak Bola Terkaya
-
Shin Tae-yong Ngeri Banget, Timnas Indonesia Baru Sekali Latihan Sudah Ancam Brunei Mau Cetak Banyak Gol
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi