Suara.com - Arema FC menerima sejumlah sanksi pascalaga melawan PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali Sabtu (30/9/2023), pada pertandingan pekan ke-14 kompetisi Liga 1.
Manajer tim Arema FC Wiebie Dwi Andriyas di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan bahwa manajemen Arema FC menerima sanksi tersebut sebagai bentuk konsekuensi dari regulasi yang sudah ditetapkan.
"Tentu saja kami menerima ini (sanksi) sebagai bentuk konsekuensi dari regulasi yang sudah ditetapkan," kata Wiebie seperti dikutip dari Antara.
Usai laga melawan PSS Sleman, Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjatuhkan sanksi kepada pemain Arema FC, Dendi Santoso dan klub Arema FC.
Dendi dikenakan sanksi berupa larangan bermain pada dua pertandingan dan denda sebesar Rp10 juta akibat pelanggaran serius pada pemain lawan. Sementara Arema FC, harus membayar sanksi denda Rp50 juta, karena dalam laga itu ada lima pemain mendapatkan kartu kuning.
Wiebie mengatakan, dengan dijatuhkannya sanksi kepada Arema FC tersebut akan menjadi bahan evaluasi klub dan pemain. Namun, ia mencatat bahwa tensi pertandingan saat itu juga berpengaruh pada permainan yang diwarnai berbagai pelanggaran.
"Tentu saja ini menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya. Tapi tidak dipungkiri, kami paham dengan apa yang dirasakan pemain di lapangan, terutama ketika tensi pertandingan berlangsung dengan tinggi," jelasnya.
Dalam laga tersebut, Arema FC mengantongi kemenangan dengan skor 2-1 atas tim tamu PSS Sleman. Dua gol Arema FC dicetak oleh pemain impor asal Brasil, melalui titik putih pada menit ke-43 dan menit ke-84. Sementara gol PSS Sleman, dicetak oleh Thales de Matos pada menit ke-54.
Saat ini, Arema FC berada di zona degradasi atau berada di urutan ke-16 di atas Persikabo 1973 dan Bhayangkara dengan mengantongi 13 poin dari 15 laga yang telah dilakoni. Arema FC menelan delapan kali kekalahan, empat kali seri dan baru tiga kali memenangkan pertandingan.
Baca Juga: Media Malaysia Banggakan Prestasi Bek Timnas Indonesia Jordi Amat
Berita Terkait
-
Nasib Tragis Eks Kiper Arema FC Andriyas, Dilarang Merumput 6 Bulan karena Lakukan Tindakan Mengerikan ke Wasit
-
Marian Mihail Lengser dari Kursi Pelatih PSS Sleman, Bertrand Crasson Jadi Penggantinya
-
Rumor Transfer Paruh Musim BRI Liga 1 2023-2024: Peran Aji Santoso hingga Calon Klub Baru Wiljan Pluim
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Panas! Conceicao Tegaskan Pemain Portugal Tak Wajib Layani Cristiano Ronaldo
-
Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun
-
Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025
-
Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral