Suara.com - Pratama Arhan merupakan salah satu pesepak bola muda di Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa.
Dia memiliki talenta yang luar biasa dan hal ini dibuktikan di mana dia direkrut oleh salah satu tim Jepang yakni Tokyo Verdy.
Tentunya bukan sebuah hal yang kebetulan Arhan direkrut. Apalagi dia juga menjadi salah satu pemain muda yang langganan masuk timnas Indonesia.
Untuk mewujudkan hal ini, Arhan kerap melakukan sejumlah hal. Salah satunya adalah selalu tampil maksimal dalam bermain.
Namun, Arhan juga mengaku memiliki beban yang berat. Hal ini dia ungkapkan lewat wawancara bersama KUY Entertainment yang dipandu oleh Sean Gelael.
"Kalau di timnas, tentu saja karena saya bergabung dengan yang senior, jadi saya agak canggung. Tapi coach STY selalu bilang, kalau di lapangan tidak ada senioritas.” Ucapnya.
"Saya akhirnya mencoba untuk biasa saja di lapangan, jadi main biasa saja, misalnya manggil pake nama tanpa sebutan bang.” Lanjutnya.
"Ketika main di Piala AFF pertama kali, saya terus kepikiran, takut mainnya jelek ini bagaimana.”
Namun akhirnya dia mengaku bahwa semua tantangan berat bisa dilewati karena motivasi dari teman, pelatih, dan orang-orang terdekat.
Baca Juga: Andai Menang Lawan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Dapat Tambahan Banyak Poin
Hingga saat ini Pratama Arhan masih menjadi pemain utama pilihan pelatih Shin Tae-yong. Bahkan dia bermain di dua laga kontra Brunei Darussalam beberapa waktu lalu.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi