Suara.com - Jerman berhasil mengalahkan Venezuela dalam matchday pamungkas Grup F Piala Dunia U-17 2023, Sabtu (18/11/2023). Bermain di Jakarta International Stadium (JIS), Jerman menang tiga gol tanpa balas.
Tambahan tiga poin ini membuat Jerman paling sempurna di Grup F dengan catatan tiga kemenangan. Sedangkan Venezuela ada di posisi dua dengan empat poin.
Baru pertandingan berjalan beberapa detik, Jerman sudah mencetak gol. Robert Ramsak yang masuk di sela pemain Venezuela mampu belokkan bola umpan ke dalam gawang. Skor 1-0 untuk Jerman.
Selepas gol tersebut, pertandingan berlangsung sengit. Jerman dan Venezuela saling berbalas serangan demi bisa mencetak gol.
Namun, Jerman memang lebih mendominasi permainan. Sementara Venezuela kesulitan sehingga cuma mengandalkan counter-attack.
Jerman bisa menggandakan keunggulan pada menit ke-42. Sepakan Eric Da Silva Moreira tidak bisa dibendung kiper Venezuela sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Setelah berbagai percobaan, tidak ada gol tercipta sampai turun minum. Skor sementara 2-0 di babak pertama.
Memulai babak kedua, Jerman masih tampil menekan. Venezuela dibuat keteteran menahan pergerakan permainan cepat Jerman.
Hingga pada akhirnya gol ketiga terjadi pada menit ke-57. Kali ini giliran David Odogu mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuat kedudukan menjadi 3-0.
Baca Juga: Pelatih Timnas Inggris U-17 Terkesan dengan Atmosfer Pendukung di JIS
Pertandingan sudah masuk menit ke-75 tidak ada perubahan permainan. Jerman masih kuasai jalannya laga, sementara Venezuela asik bertahan.
Tidak ada gol lagi sampai peluit tanda akhir pertandingan dibunyikan. Jerman gulung Venezuela tiga gol tanpa balas.
Susunan Pemain
Jerman (4-3-3): Max Schmitt; Almugera Kabar, Maxim Dal, David Odogu, Justin Von Der Hitz; Fayssal Harchaoui, Noah Darvich, Winners Osawe; Paris Brunner, Eric Da Silva Moreira.
Pelatih: Christian Wueck.
Venezuela (4-3-3): Jorge Sanchez; Yiandro Raap, Rai Hidalgo, Angel Borgo, Luis Balbo; Leenhan Romero, Miguel Vegas, Nicola Profeta; Juan Arango, Alejandro Cichero, Junior Colina.
Berita Terkait
-
Selandia Baru vs Meksiko Ditunda Akibat Cuaca Buruk, Penentuan Nasib Timnas Indonesia U-17 Ikut Molor
-
2 Cara PSSI Cegah Welber Jardim dan Amar Brkic Bela Negara Lain Pasca Piala Dunia U-17 2023
-
Welber Jardim dan Amar Brkic Bisa Perkuat Negara Lain usai Piala Dunia U-17 2023, PSSI Buka Suara
-
Daftar Tim yang Lolos ke 16 Besar Piala Dunia U-17 2023, Timnas Indonesia U-17 Berebut Sisa Satu Slot
-
Klasemen Terbaru Peringkat Tiga Terbaik, Timnas Indonesia U-17 di Ujung Tanduk
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Ucap Selamat Lebaran 2026, Postingan Cristiano Ronaldo Tembus 6 Juta View dalam 2 Jam
-
Dituding Tak Loyal ke Pemerintah, Sardar Azmoun Dicoret dari Timnas Iran
-
Status WNI Dean James Jadi Skandal, KNVB: Ini Kasus yang Rumit, Mohon Bersabar
-
Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki
-
Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol
-
Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia
-
FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026
-
Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool