Suara.com - Timnas Indonesia saat ini memiliki banyak pemain yang sama-sama berkarier di luar negeri. Dua nama yang memiliki hubungan erat ialah Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan. Bagaimana perbandingan gaji keduanya?
Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan memang dikenal memiliki kedekatan. Keduanya sama-sama bermain untuk Timnas Indonesia dan sukses menjadi andalan Shin Tae-yong selama beberapa tahun terakhir.
Asnawi terakhir kali bermain untuk klub kasta kedua Liga Korea Selatan, yakni Jeonnam Dragons. Sementara itu, Arhan bermain untuk klub kasta kedua Liga Jepang, Tokyo Verdy.
Bersama Tokyo Verdy, Pratama Arhan disebut-sebut mendapatkan gaji yang lebih kecil ketimbang saat dia bermain bersama PSIS Semarang di Liga 1. Upahnya memang tak mencapai separuhnya.
Dari informasi yang dihimpun media asal Jepang, Nenshuu, pemain asal Blora, Jawa Tengah, itu hanya menerima gaji sebesar Rp600 juta untuk setiap musim dari Tokyo Verdy. Jumlah ini sangat kecil.
Sebab, apabila dibandingkan dengan upah yang diterima pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu ketika bergabung bersama PSIS Semarang, dia dikabarkan sempat menerima upah sebesar Rp1,3 miliar per tahun.
Padahal, ketika itu Arhan baru berstatus sebagai pemain debutan di kompetisi kasta tertinggi. Sebelumnya, dia masih bermain untuk tim junior PSIS Semarang, lalu namanya melejit bersama Timnas Indonesia U-19 asuhan Shin Tae-yong.
Sementara itu, Asnawi Mangkualam memang pernah membocorkan nominal gaji yang diterimanya ketika berkarier di Korea Selatan. Jika dibandingkan, jumlahnya lebih kecil ketika dia bermain bersama PSM Makassar.
Pemain yang menjabat sebagai kapten Timnas Indonesia ini bahkan sempat mengungkit bahwa kedua orang tuanya tak setuju dengan keputusan Asnawi Mangkualam yang ingin berkarier di luar negeri.
Baca Juga: Jadi Andalan, 3 Pemain Timnas Indonesia ini Harus Bersaing Ketat dengan Pemain Keturunan
Hal ini terutama berkaitan dengan masalah gajinya. Namun, dia tetap bersikukuh untuk melanjutkan karier di luar negeri. Asnawi mengambil risiko demi meningkatkan karier sepak bolanya.
"Aku dapat tawaran, kenapa nggak? Soalnya memang cita-cita dari kecil mau main di luar. Memang, saya telat dapat kesempatan. Itu langsung saya ambil aja. Nggak ada mikir-mikir soal gaji," kata Asnawi dalam siniar di kanal Youtube Sport77 Official.
Salah satu media asal Korea Selatan, Namu Wiki, pernah menyebut bahwa gaji yang diterima Asnawi di kasta kedua Liga Korea Selatan mencapai 70 juta won. Angka ini setara dengan Rp800 juta untuk tiap musim.
Angka ini terhitung sangat kecil jika dibandingkan gaji yang diterima pemain berusia 24 tahun itu di Indonesia. Asnawi menyebut, nominal ini hanya sepertiga dari upahnya saat bermain untuk PSM Makassar.
Kontributor: Muh Faiz
Berita Terkait
-
Jadi Andalan, 3 Pemain Timnas Indonesia ini Harus Bersaing Ketat dengan Pemain Keturunan
-
Profil Philo Paz Mantan Pacar Steffi Zamora, Anak Konglomerat Tak Kalah Mentereng Dibanding Asnawi Mangkualam
-
Kondisi Makin Bugar, Ivar Jenner Ikut Latihan Tim Utama FC Utrech Bareng Calon Lawan di Piala Asia 2023
-
Fuji Ngaku Pengeluaran Sebulan Setara Beli Mobil Baru, Asnawi Mangkualam Wajib Kerja Keras
-
Shin Tae-yong Bersyukur Pratama Arhan Tidak Lagi Bersama Tokyo Verdy
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan