Tim Australia yang diasuh Graham James Arnold tersebut di babak penyisihan menang tipis dua kali dan sekali seri. Mereka mengalahkan India 2-0, Suriah 1-0, dan bermain imbang dengan Uzbekistan 1-1.
Artinya, tim Australia di Piala Asia, kali ini, seperti juga kesebelasan favorit lainnya, bukanlah kesebelasan yang tidak dapat dibobol, sekaligus dikalahkan.
BACA JUGA: Australia vs Timnas Indonesia: Shin Tae-yong Sudah Punya Cara Bongkar Tembok Kokoh Socceroos
Nah, untuk menghadapi skuad Australia, Minggu (28/1), jika pasukan Indonesia ingin memperoleh hasil maksimal, perlu memperhatikan enam hal sebagai berikut:
Pertama, jangan bikin blunder, terutama di 19 menit awal. Sepuluh menit awal bakal sangat menentukan hasil akhir. Inilah fase kritis buat Indonesia maupun buat lawan. Kesalahan kecil, apalagi blunder, dapat menentukan nasib akhir pertandingan.
Selain itu, jangan membuat pelanggaran yang tidak perlu, apalagi di kotak penalti. Ingat, Indonesia langsung tertekan oleh Jepang, begitu di awal pertandingan karena pelanggaran oleh Jordi Amat, kita kebobolan lewat penalti. Sejak itu Jepang menguasai pertandingan.
Hal semacam ini harus dihindari, saat melawan Australia, nanti. Kesalahan semacam itu akan menjadi hukuman yang merugikan Indonesia.
Jika boleh, pada periode menit-menit awal ini, Indonesia malah membuat gol cepat.
Jika ini terjadi, Australia pasti grogi dan permainan mereka tertekan. Pada saat itulah Indonesia dapat "menelan" Australia.
Baca Juga: Australia vs Timnas Indonesia: Dua Keunggulan Socceroos yang Sangat Diwaspadai Rizky Ridho
Kedua, antisipasi umpan silang. Australia yang merasa di atas angin, kemungkinan bakal menerapkan skema permainan menyerang. Meski masuk grup Asia, sejatinya tipe permainan kesebelasan Australia lebih mirip gaya Eropa, khususnya Eropa Barat. Australia bakal menerapkan permainan simpel, dengan passing-passing efektif.
Salah satu andalan mereka, umpan-umpan silang dari kanan dan kiri ke muka gawang. Di depan gawang sudah stand by beberapa pemain mereka. Dari skema inilah Australia berharap mendulang gol. Pemain belakang kita perlu mewaspadai umpan silang ini.
Beruntung untuk kali ini Australia belum memperlihatkan adanya penyerang yang produktif. Mereka agak kesulitan membuat gol. Pertahanan Indonesia harus benar-benar memanfaatkan kebuntuan produktivitas gol Australia ini.
Ketiga, adu fisik. Australia terbiasa bermain dengan kekuatan fisik, baik adu bodi maupun dalam perebutan bola. Pemain Indonesia harus bersiap menghadapi benturan-benturan keras dan perebutan bola yang mengandalkan fisik. Pemain Indonesia tidak boleh mudah jatuh, kalah dalam perebutan bola, ataupun adu nyali lainnya. Jika tidak, Indonesia bakal menjadi "makanan empuk" Australia.
Para pemain Indonesia tidak boleh takut "duel" dengan Australia. Kelincahan pemain Indonesia harus ditekadkan mampu bersaing dengan fisik pemain Australia.
Sebaliknya kalau Indonesia mampu melayani Australia, kemungkinan mereka bakal frustrasi. Situasi ini akan merusak permainan Australia.
Penting disadari bahwa permainan fisik ini jangan diartikan bermain kasar. Justru permainan kasar akan merugikan Indonesia sendiri karena bisa saja mendapat kartu kuning, bahkan merah.
Begitu pula permainan kasar jelas merusak sistem permainan Indonesia. Berani adu fisik, tak sama dengan permainan kasar.
Keempat, manfaatkan kedua sayap secara maksimal. Indonesia memiliki kemampuan penetrasi ke pertahanan lawan melalui dua sisi sayap yang ada. Ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Pemain sayap atau yang penyerang yang berada di sayap tidak boleh tergesa-gesa mengoper bola ke tengah, jika belum benar-benar tepat sasaran.
Giringlah dulu bola lebih dalam mendekati gawang, dan baru lantas mengirim umpan ke depan gawang. Dalam hal ini, selain penyerang Indonesia di depan dapat memanfaatkan umpan tersebut, jangan lupa pula kehadiran pemain dari second line ataupun blank spot.
Cara ini akan merepotkan pertahanan Australia yang cenderung kaku dan kurang fleksibel. Indonesia dapat memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan.
Meski demikian, ini tidak berarti Indonesia tidak boleh melakukan umpan-umpan terobosan. Selama kesempatan ada, umpan terobosan tetap dapat diandalkan.
Kelia, perkuat lini tengah. Melawan Australia, lini tengah kita mutlak harus lancar. Fungsi "jangkar" harus berjalan efektif. Serangan Australia tidak bakal berjalan baik jika sejak dari area tengah mereka sudah diganggu. Sebaliknya, jika dibiarkan, para pemain Australia akan leluasa mengobok-obok pertahanan Indonesia.
Sebagaimana tipikal permainan Eropa, organisasi bermain mereka solid. Oleh sebab itu jika di tengahnya "dirusak", mekanisme sistem permainan Australia akan tersendat, sehingga mengurangi ancaman bahaya dari mereka.
Pertandingan nanti, antara lain akan banyak ditentukan siapa menguasai lini tengah.
Keenam, jangan bermain bertahan. Ada beberapa alasan kenapa Indonesia jangan menerapkan sistem bertahan. Sistem pertandingan ini sistem gugur. Kalah, gugur. Menang, lanjut. Maka tidak ada pilihan lain, kecuali satu kata, menang.
Supaya menang kita tak ada cara lain harus lebih banyak membobol gawang. Bermain bertahan sulit untuk menggapai kemenangan.
Bermain menyerang, tentu tidak berarti mengabaikan pertahanan. Memang dengan pola menyerang, dapat membuka ruang terbuka di pertahanan. Di sinilah peranan sektor tengah mencegah serangan dari lawan langsung menembus pertahanan. Dalam pola menyerang, bagian tengah menjadi penyaring awal dari gempuran lawan.
Pasukan Australia jelas sebuah kesatuan yang tangguh. Meski begitu, melihat tiga penampilan mereka di Piala Asia, Australia bukanlah kesebelasan yang imun terhadap kekalahan. Mereka juga memiliki sejumlah kekurangan yang rada mencolok. Walaupun selalu menghasilkan gol dalam tiga babak penyisihan, mereka juga selalu kebobolan. Ini menunjukkan Australia mempunyai beberapa kelemahan.
Dalam konteks ini, dengan menerapkan enam hal di atas, ada peluang Indonesia mampu menaklukkan Australia, kendati ini bukan pula sebuah jaminan. Banyak faktor di lapangan yang menentukan.
]Wina Armada Sukardi / Antara]
Berita Terkait
-
Daftar Top Skor Piala AFF 2026: Posisi Mitchell Baker Terancam Digeser Pemain Naturalisasi Malaysia
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Doa Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia Jelang Hadapi Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Menerka Siasat Licik Vietnam Hentikan Mitchell Baker: Tekel Brutal atau Sikutan?
-
Digilas 5-1 Pelatih Kamboja Malah Sebut Singapura Lebih Kuat dari Timnas Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin
-
Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade
-
Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya
-
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi
-
Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP
-
Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026
-
Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya
-
Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur