Suara.com - Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) batal menunda kompetisi BRI Liga 1 2023-2024 dan melanjutkannya lima hari setelah Idul Fitri berimbas pada nasib beberapa pemain tak terkecuali di klub Persebaya Surabaya.
Persebaya dijadwalkan memainkan laga pekan ke-31 BRI Liga 1 2023-2024 dengan menjamu Dewa United pada Selasa, 16 April mendatang.
Alhasil, skuad Bajul Ijo pun terpaksa menunda mudik. Mereka akan menjalani Lebaran di Surabaya demi melahap persiapan maksimal demi hasil baik kontra Dewa United.
Baca juga: 5 Fakta Menarik usai Timnas Indonesia U-23 Hajar UEA Jelang Piala Asia U-23 2024
salah satu gelandang Persebaya, Muhammad Iqbal menceritakan pengalaman menunda mudik di Idul Fitri kali ini. Dia sejatinya berencana pulang ke kabupaten Padang Pariaman di Sumatera Barat, sebelum akhirnya mengurungkan niat.
Dengan jadwal yang padat, Iqbal memutuskan untuk tidak mudik. Klub cuma memberi jatah libur dua hari pada tanggal 10 dan 11 April. Waktu tersebut dianggap terlalu minim untuk digunakan perjalanan ke Padang.
"Melihat jadwal libur hari raya tentunya saya tidak pulang, apabila dipaksakan tentu capek diperjalanan. Apalagi tiket waktu hari raya juga melambung tinggi, untuk itu saya lebaran di Surabaya saja," ujar pemain kelahiran 2000 itu.
Iqbal bergabung dengan Persebaya pada Desember 2022 dan baru kali ini merayakan lebaran di Surabaya. Meskipun jauh dari keluarga, ia tetap bersyukur dengan keadaan yang ada.
”Mau tidak mau ya harus dilakukan, untungnya saya belum membeli tiket pesawat. Sementara, saya lebaran di sini dan fokus latihan terlebih dahulu," tambahnya dikutip dari laman resmi Persebaya.
Baca Juga: BRI Liga 1: Persik Kediri Menutup Latihan dengan Uji Coba Sebelum Diliburkan
Penyerang Persebaya, Wildan Ramdhani, juga memutuskan untuk tidak mudik lebaran dengan alasan menjaga kondisi fisik tetap prima untuk laga nanti.
Baca juga: Pemain Liga Champions Disebut Tak Berhasrat Bela Belanda, Justru Lebih Pikirkan Timnas Indonesia
Wildan, yang berasal dari Bandung, Jawa Barat, menyadari bahwa perjalanan darat dari Surabaya ke Bandung membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu 10 hingga 14 jam.
Dalam kondisi macet, waktu perjalanan bisa lebih lama lagi. Ditambah sulitnya mendapatkan tiket pesawat dalam situasi seperti sekarang.
"Dengan kondisi seperti ini, saya tidak akan mudik. Perjalanan darat dari Surabaya ke Bandung membutuhkan waktu yang cukup lama. Lebih baik saya merayakan lebaran di Surabaya dan fokus pada persiapan pertandingan," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub