Suara.com - Pertandingan semifinal Liga Champions musim 2023/24 baru saja usai pada hari Kamis, menghasilkan kepastian bahwa Borussia Dortmund akan berhadapan dengan Real Madrid yang telah 14 kali menjadi juara dalam laga final.
Final yang akan memperebutkan trofi prestisius tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Wembley pada tanggal 2 Juni dini hari waktu Indonesia, seperti yang dilaporkan oleh situs resmi UEFA.
Borussia Dortmund mencapai babak final dengan mengeliminasi Paris Saint-Germain (PSG) dengan total skor agregat 2-0.
BACA JUGA: Fiorentina ke Final Liga Conference Eropa Usai Imbangi Club Brugge
Kemenangan Dortmund di leg pertama tercapai dengan skor tipis 1-0, di mana Niclas Fullkrug menjadi pencetak gol tunggal di Stadion Signal Iduna Park pada tanggal 2 Mei.
Leg kedua yang diadakan di Parc des Princes pada tanggal 8 Mei juga dimenangkan oleh Dortmund dengan skor yang sama, 1-0, membawa mereka ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak tahun 2013.
Di semifinal lainnya, Real Madrid berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Bayern Muenchen dalam pertandingan leg kedua yang berlangsung di Santiago Bernabeu pada hari Kamis dini hari waktu Indonesia, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 di leg pertama.
BACA JUGA: Shin Tae-yong Kecewa Justin Hubner Tak Dilepas Klub: Saya Merasa Kesulitan
Bayern unggul lebih dulu di menit ke-68 melalui gol dari Alphonso Davies, namun Real Madrid membalikkan keadaan menjelang akhir pertandingan.
Baca Juga: Tak Berkutik di Dua Leg vs Dortmund, Kylian Mbappe Dapat Nilai 2 dari Media Ternama Prancis
Joselu, yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil mencetak dua gol cepat pada menit ke-88 dan di waktu tambahan, menit ke-90+1, mengantarkan Madrid meraih kemenangan agregat 4-3 dan membawa mereka ke final Liga Champions.
Dengan ini, Real Madrid mencatatkan keikutsertaan mereka dalam final Liga Champions untuk ke-18 kalinya, dengan 14 gelar juara yang telah diraih sebelumnya, termasuk yang terakhir pada tahun 2022.
Adapun untuk Borussia Dortmund, ini akan menjadi penampilan ketiga mereka di final Liga Champions, setelah sebelumnya meraih juara pada tahun 1997 dan menjadi runner-up pada tahun 2013.
Berita Terkait
-
Dramatis! 2 Gol Joselu di Akhir Laga Batalkan Kemenangan Bayern Munich, Antar Real Madrid ke Final Liga Champions
-
Link Live Streaming Real Madrid vs Bayern Munich, Super Big Match Semifinal Liga Champions
-
Wasit FIFA Ini Menangis Usai Pimpin Leg Kedua Liga Champions PSG vs Dortmund, Gara-gara Dihujat Mbappe Cs?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati