Suara.com - Fullback Timnas Indonesia, Pratama Arhan mengaku tidak gentar posisinya terancam seiring kehadiran pemain naturalisasi terbaru, Calvin Verdonk. Menurutnya, hadirnya pemain yang lebih kuat bagus untuk skuad Garuda.
Calvin Verdonk memang selangkah lagi menjadi warga negara Indonesia (WNI) setelah prosesnya sudah sampai di DPR RI. Bahkan, pemain 27 tahun berdarah Belanda itu sudah menjalani latihan bersama skuad Timnas Indonesia, Jumat (31/5/2024).
Hadirnya Verdonk membuat opsi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kian melimpah ruah untuk posisi bek kiri. Ya, persaingan antarposisi untuk sektor ini kian memanas.
Pasalnya selain Verdonk dan Pratama Arhan, masih ada nama-nama seperti Shayne Pattynama dan Justin Hubner yang bisa main di pos bek kiri ini.
Arhan sendiri mengaku tidak masalah dengan bertambahnya pesaing yang bisa mengancam menit bermainnya di Timnas Indonesia. Menurut pemain Suwon FC tersebut, itu jadi motivasi baginya untuk terus berkembang.
"Tentunya bagus buat saya juga, bagus buat timnas juga. Karena emang persaingan di tim bagus," kata Arhan saat ditemui di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (31/5/2024).
"Menurut saya, ini justru bisa meningkatkan skill saya. Saya bisa berkembang lagi dan bisa belajar dari pemain baru seperti Calvin Verdonk. Saya tidak takut bersaing, justru bersemangat," tegas eks bintang PSIS Semarang tersebut.
Lebih lanjut, Arhan mengaku senang masih terus dipercaya Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia senior. Ia berjanji akan mengerahkan semua kemampuanya.
"Ya, saya senang bisa bergabung dengan teman-teman lainnya," pungkasnya.
Baca Juga: Masih Punya Kontrak Setahun, Calvin Verdonk Blak-blakan Ungkap Hasrat Tinggalkan Eredivisie Belanda
Timnas Indonesia kini siap untuk melakoni laga kandang secara beruntun, untuk dua pertandingan sisa Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua kontra Irak pada 6 Juni 2024 serta Filipina (11 Juni) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Sebelum itu, skuad Garuda juga akan melakoni partai uji coba non-resmi melawan tim Afrika, Tanzania di Stadion Madya, Jakarta pada 2 Juni nanti.
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
-
Sihir Vinicius Junior di Miami: Cetak Brace, Bikin Ancelotti Geleng-Geleng Kepala
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey