Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong ingin sekali Timnas Indonesia melawan raksasa Asia di babak 3 kualifikasi Piala Dunia 2026, Korea Selatan. Menurut dia, lawan mereka merupakan suatu cobaan menguntungkan untuk skuad garuda.
Dalam wawancara dengan media Korea Selatan, Naver, Shin Tae-yong ingin melawan timnas negara lain yang berkemampuan di atas Timnas Indonesia.
"Kami bekerja keras dengan pola pikir untuk naik satu level pada satu waktu, jadi ketika kami melakukan itu, kami merasakan banyak kebahagiaan ketika kami mengalahkan tim yang lebih kuat dari kami dan tumbuh selangkah demi selangkah," kata Shin Tae-yong.
Dalam tulisannya, Naver menyebutkan peringkat FIFA Timnas Indonesia berada di peringkat 134 adalah satu pencapaian luar biasa.
Media itu juga mengatakan meski dianggap lemah di antara tim-tim yang melaju ke babak ketiga kualifikasi, Pelatih Shin menunjukkan kepercayaan dirinya dengan mengatakan bahwa peringkat hanyalah angka.
"Saat saya bertemu Korea, menurut saya itu mudah karena saya sebenarnya paling mengenal tim Korea. Saya sangat mengenal pemain Korea kami, dan semua murid saya melakukan yang terbaik," kata dia.
Lebih Jauh, Shin Tae-yong ingini bertemu Korea Selatan di Piala Dunia 2026.
"Keinginan saya adalah kita pergi bersama. Sebenarnya, ada baiknya kita berpartisipasi di Piala Dunia ini, tapi tidak semudah yang saya kira, jadi Saya hanya akan memikirkannya dan berusaha keras," kata dia.
Timnas Indonesia berhasil mengukir sejarah dengan lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kemenangan atas Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi gerbang untuk melaju sejauh mungkin di turnamen bergengsi ini.
Baca Juga: Masalah Timnas Indonesia juga Dialami oleh 'Timnas Pusat' di Euro 2024
Namun, perjalanan Timnas Garuda tidak akan mudah. Di babak ketiga, mereka akan bertemu tim-tim kuat dari Pot 1-5, seperti Jepang, Iran, Korea Selatan, dan Qatar.
Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia, harus menyiapkan strategi matang untuk menghadapi lawan-lawan berat ini.
Lima tim dari Pot 1-5 siap menjadi batu sandungan bagi Timnas Indonesia.
Irak, yang pernah bertemu Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026, juga berpotensi menjadi lawan di babak ketiga.
Format Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia cukup rumit. Enam tim di setiap grup akan memperebutkan dua tiket lolos ke Piala Dunia 2026.
Finis di posisi lima atau enam di babak ketiga akan menggugurkan Timnas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian