Suara.com - Wolverhampton Wanderers resmi menarik kembali Justin Hubner dari Cerezo Osaka dalam masa peminjaman.
Rumor pulangnya Hubner memang telah santer terdengar sejak beberapa hari lalu. Wolves sudah memberikan tanda-tanda akan menarik pemainnya, menyusul minimnya menit bermain yang diberikan Cerezo Osaka.
Pesepak bola kelahiran 2003 itu kerap diturunkan saat menit-menit terakhir saja. Ia hanya memainkan delapan pertandingan, dan enam di antaranya menjadi pengganti.
Tentu sebuah fakta yang membuat publik merasa kecewa, mengingat jam terbang menjadi salah satu alasan kuat untuk menjaga maupun meningkatkan kualitas pemain.
Media Vietnam Soha.vn, bahkan membongkar borok banyak pemain Indonesia yang dianggap gagal saat ke Jepang.
Selain Justin Hubner, ada 4 pemain Indonesia lainnya yang berangkat ke Jepang namun semuanya dianggap gagal.
Pemain pertama yang disebutkan adalah Ricky Yacobi yang bermain untuk Matsushita FC di Kejuaraan Nasional Jepang sejak musim 1988-1989.
Namun perjalanan Ricky ke luar negeri tidak terlalu mulus dan penyerang asal Indonesia itu saat itu hanya mampu melakoni 6 pertandingan di Negeri Matahari Terbit.
Pemain selanjutnya adalah Irfan Bachdim. Ia menjadi pemain kedua sepak bola Indonesia yang berangkat ke Jepang, bermain untuk Ventforet Kofu sejak 2014 dan kemudian Consadole Sapporo pada 2015-2016.
Baca Juga: Piala AFF U-19: Tak Perlu Terlalu Bereuforia, Filipina Bukanlah Kelasnya Indonesia
"Selama kurang lebih 3 tahun di Jepang, Bachdim hanya memainkan total 12 pertandingan, termasuk 2 pertandingan di Ventforet Kofu dan 10 pertandingan sisanya untuk Consadole Sapporo," tulis media tersebut uang yang dilansir Suara.com, Jumat (19/7/2024).
Rekan setim Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, juga pindah ke Consadole Sapporo pada tahun 2014. Namun, sekitar satu musim bersama Rising Sun Club, striker ini hanya menjadi starter 1 pertandingan di J.League sebelum memutuskan berencana kembali ke Indonesia , bergabung dengan Persija Jakarta.
Pemain Indonesia kelima yang berangkat ke Jepang adalah full-back Pratama Arhan. Ia bergabung dengan Tokyo Verdy mulai Maret 2022 namun hanya memainkan 4 pertandingan dalam 2 musim.
Setelah itu, pemain asal Indonesia tersebut memutuskan meninggalkan Tokyo Verdy untuk pindah ke Suwon FC di K.League (Korea).
"Yang jelas, prestasi pemain Indonesia sebelum Justin Hubner yang bermain di Jepang tidaklah mulus. Mungkin tidak salah jika dikatakan Kejurnas Jepang bukanlah ajang persahabatan bagi pemain Indonesia," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Demam Piala Dunia 2026 Dimulai: Stiker Album Panini Mulai Diburu Kolektor
-
Skuad AS di Piala Dunia 2026 Diumumkan, Pochettino Buat Gebrakan Coret Pemain Ini
-
Eks Manchester United: Lamine Yamal Jadi Alasan Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Terancam Kehilangan Generasi Emas, 10 Wonderkid Siap Cabut Bersama Arbeloa
-
Final Liga Conference: Misi Oliver Glasner Cetak Sejarah Buat Crystal Palace
-
Barcelona Incar Neymar Baru dari Brasil, Bocah 16 Tahun Dibanderol Rp350 Miliar
-
Liverpool Cuci Gudang: Virgil van Dijk Out, Bek Rp1 Triliun In
-
Baru Datang, Xabi Alonso Diancam Striker Chelsea: Jadikan Saya Starter atau...
-
Andrew Robertson Incaran Juventus, Strategi Berani Si Nyonya Tua Remajakan Skuad Berpengalaman
-
Prediksi Scudetto 2026/2027: Inter Masih Favorit, Como 1907 Jadi Penantang Serius