Suara.com - Sem Dekkers menjadi salah satu pemain keturunan yang punya potensi besar. Di usianya yang masih muda, ia sudah rutin bermain di tim muda AZ Alkmaar dalam kasta kedua Liga Belanda.
Sosok Sem Dekkers sempat dikabarkan dilirik oleh Shin Tae-yong untuk dinaturalisasi. Sebab, potensinya sungguh besar.
Bagaimana tidak, saat usianya 18 tahun, ia sudah tampil di AZ Alkmaar U-21 yang mentas di Eerste Divisie atau liga kasta kedua.
Melansir dari Transfermarkt, Dekkers sudah mentas dalam 43 pertandingan dengan sumbangan satu gol di Eerste Divisie sejak musim 2022/2023.
Lantas siapa Sem Dekkers, pemain keturunan Maluku yang bisa menjadi pesaing Calvin Verdonk di bek kiri timnas Indonesia?
Profil singkat Sem Dekkers
Sem Dekkers adalah pemain yang lahir di Heiloo, Belanda pada 28 Mei 2004. Artinya usianya kini sudah 20 tahun.
Perjalanan kariernya di dunia kulit bundar berawal dari klub lokal HSV Heiloo yang kemudian bergabung dengan AZ Alkmaar Youth pada Juli 2014.
Seiring tahun Sem Dekkers akhirnya menanjak dengan promosi ke tim U-17 dan kini U-21. Ia pun bermain reguler di kasta kedua Liga Belanda.
Baca Juga: Dibanding Klub Liga Champions, NAC Breda Punya 'Kartu Rahasia' untuk Datangkan Thom Haye
Walau bermain di kasta kedua, Sem Dekkers ternyata beberapa kali dipanggil oleh Belanda kelompok umur. Total tiga kali ke U-15, enam kali di U-18, dan sekali U-19.
Ini menunjukkan bahwa pemain keturunan Maluku ini bukan pemain ecek-ecek. Selain itu, tentunya ia bersyarat jika diinginkan Shin Tae-yong ke skuad Garuda.
Sayangnya posisi bermainnya adalh bek kiri yang kini sudah menumpuk. Sebab, sudah ada empat nama andalan yang kerap tampil di sektor tersebut.
Misalnya Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, Pratama Arhan, hingga Nathan Tjoe-A-On, walau kerap dipasang Shin Tae-yong sebagai gelandang bertahan.
Kendati begitu, bukan tak mungkin Sem Dekkers bisa bersaing di sektor kiri andai dirinya diiginkan atau berminat memperkuat timnas Indonesia.
Berita Terkait
-
Foto Sesi Latih Tanding Timnas Indonesia Diduga Bocor, Potensi Taktik Dibaca Arab Saudi
-
Siapa Diego Paais Jr? Pemain Liga Belanda, Kedua Orangtuanya dari Kepulauan Maluku
-
Melaju Bak Peluru Sulit Dihentikan, Statistik Mentereng 3 Winger Timnas Indonesia untuk Hadapi Arab Saudi
-
Siapa Zico Jamai Soree? Striker Keturunan Mojokerto yang Dicampakkan Shin Tae-yong
-
Marc Klok Prediksi Begini Nasib Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi dan Australia: Berat, Berat Sekali
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati