Karier Navarone Foor sendiri bermula di akademi NEC Nijmegen. Di klub ini, ia merupakan salah satu pemain bertalenta.
Hal ini terbukti dari debut yang ia dapatkan di Eredivisie pada musim 2011/12 bersama NEC Nijmegen. Di musim debutnya itu, ia mampu mencetak 1 gol dan 6 assist dari 28 laga.
Catatan itu berlanjut di musim-musim selanjutnya, di mana Navarone Foor menorehkan catatan terbaiknya pada musim 2014/15 saat mencetak 7 gol dan 7 assist dari 37 laga di Eerste Divisie.
Berkat sumbangannya itu, NEC Nijmegen promosi ke Eredivisie 2015/16. Tak disangka, Navarone Foor kembali melanjutkan catatan apiknya dengan mencetak 4 gol dan 6 assist dari 34 laga.
Catatan itu membuat Vitesse Arnhem meminangnya pada 2016. Di musim perdananya, ia berhasil mencetak 6 gol dan 1 assist dari 29 laga.
Lalu di musim keduanya atau musim 2017/18, Navarone Foor menceak 3 gol dan 3 assist dari 30 laga dan berlanjut mencetak 5 gol dan 4 assist dari 30 laga di musim 2018/19.
Nahas di musim 2019/20 performanya menurun drastis. Hal ini membuat Vitesse melepasnya dengan harga 500 ribu euro ke klub Uni Emirat Arab, Ittihad Kalba.
Tak ayal dari kepindahan ini, Navarone Foor mengalami penurunan performa secara drastis hingga ia sempat bermain di Siprus, Latvia, dan Turki.
Berkaca dari catatannya di masa muda, Navarone Foor pun sempat dilirik Timnas Belanda kelompok umur, di mana ia pernah bermain bagi tim U-19, U-20, dan U-21.
Baca Juga: Momen Shin Tae-yong Garuk-garuk Kepala Saksikan Persib Bandung vs Port FC, Pusing?
Total 10 pertandingan dimainkannya bersama tiga tim kelompok umur itu dan hanya berhasil melesakkan 1 gol bagi Timnas Belanda.
Sejatinya, Navarone Foor bisa saja menjadi andalan Belanda saat itu. Namun di masa jayanya, De Oranje punya banyak gelandang serang top di skuadnya yang membuatnya kalah bersaing.
Jika melihat catatan di masa silam, Navarone Foor bisa saja jadi opsi menarik bagi Timnas Indonesia. Tapi jika melihat kondisinya saat ini, sulit untuk melihat dirinya berseragam Merah Putih.
Apalagi Navarone Foor saat ini berstatus ‘pengangguran’ karena tak punya klub terhitung sejak Agustus kemarin, yang jelas akan mempengaruhi kondisi fisiknya dan sentuhannya.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji