Suara.com - Pemain keturunan Indonesia di Belanda harus diakui cukup berlimpah. Kesuksesan sejumlah pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia belakangan ini membuat publik penasaran dengan talenta muda lainnya di negeri Kincir Angin itu.
Salah satu pemain yang layak untuk diperhatikan dan bisa menjadi opsi untuk masa depan Timnas Indonesia ialah Jismerai Dillema.
Salah satu akun Instagram yang kerap membagikan informasi mengenai pemain keturunan mencantumkan Dillema bersama sejumlah pemain lain seperti Adrian Wibowo dan Xavi Woudstra.
Dillema kelahiran Groningen, Belanda pada 17 Januari 2007 yang berarti usianya baru 17 tahun. Ia berposisi sebagai gelandang serang.
Dikutip dari data Transfermarkt, Dillema saat ini bermain untuk eks klub legenda Belanda, Arjen Robben, FC Groningen. Ia membela tim U-19 Groningen.
Pada Februari 2023 seperti dikutip dari laman resmi klub, Dillema mendapat kontrak profesional. Ia dikontrak cukup panjang oleh FC Groningen yakni sampai pertengahan 2026.
Masih dari sumber yang sama, Dillema mengawali karier sepak bola di GRC Sportpark Corpus den Hoor, Belanda. Pada tahun 2022, bakat dan skillnya membuat Dillema mendapat penghargaan Warrior of the Year.
Menurut direkrut tim muda FC Groningen, Arno de Jong, Dillema memiliki bakat natural sebagai pemain di sektor depan dan tengah.
"Jismerai telah berkembang sangat baik dalam beberapa musim terakhir. Dia berbakat di lapangan, bersemangat untuk terus belajar," kata de Jong.
Baca Juga: Siapa Natasja Diks-Bakarbessy? Sosok yang Bikin Kevin Diks Bisa Bela Timnas Indonesia
Bakat Dillema membuatnya sempat dipanggil ke tim U-16 Belanda dan bermain di laga melawan Austria. Dillema mengakui bahwa ia punya keinginan besar untuk terus berkembang.
"Saya ingin melakukan debut di Euroborg dan harus terus mengembangkan diri di tahun-tahun mendatang. Saya harus lebih kuat secara fisik dan terus bekerja keras," sambungnya.
Di musim ini, Dillema telah tampil sebanyak 2 pertandingan bersama FC Groningen U-19. Tim U-19 Groningen saat ini dilatih oleh eks pemain NAC Breda, Sander van Gessel.
Berita Terkait
-
Siapa Natasja Diks-Bakarbessy? Sosok yang Bikin Kevin Diks Bisa Bela Timnas Indonesia
-
Jadwal Negara ASEAN di FIFA Matchday Oktober 2024, Timnas Indonesia Beda Kelas
-
Media Denmark Sebut Impian Timnas Indonesia Dapatkan Pemain Keturunan Rp69,53 Miliar Segera Jadi Kenyataan
-
Iri? Suporter Malaysia Tuduh Indonesia Kolusi dengan FIFA dalam Naturalisasi
-
Proses Kilat Naturalisasi Mees Hilgers Jadi Bukti "Kesaktian" Erick Thohir
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
Terkini
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Kevin Diks Pulih dan Siap Kembali Merumput di Bundesliga
-
Infantino Buka Pintu untuk Rusia, Sanski FIFA Segera Dicabut
-
Gabung Klub Super League, 2 Pemain Ini Ternyata Belum Ada Setahun Dinaturalisasi
-
AC Milan 22 Laga Tak Terkalahkan, Massimiliano Allegri Mengaku Belum Puas
-
Pemain Naturalisasi ke Super League: Kemajuan atau Kemunduran? Netizen Terbelah
-
Bidik Final Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto Pasang Target Tertinggi untuk Timnas Indonesia
-
Pemain Baru Persib Berpeluang Tampil Lawan Malut United
-
Profil Jonathan Sirois: Kiper Rp5 Miliar Pengganti Maarten Paes di FC Dallas
-
FIFA Jatuhi Sumardji Hukuman Larangan Dampingi Timnas Indonesia Sebanyak 20 Laga, Kenapa?