Suara.com - Tajikistan meraih kemenangan telak 33-0 atas Guam di babak kualifikasi Piala Asia U-17 2025. Anak asuh Marco Ragini ini pesta gol di Bishan Stadium, Singapura.
Pertandingan baru berjalan 2 menit, tim yang dilatih oleh Ragini itu sudah unggul 1-0 lewat gol Khaydarsho Khudoydodv.
Tiga menit kemudian, Mukhammad Nazriev menambah keunggulan menjadi 2-0. Striker Nazrullo Ashuralizoda mencetak dua gol di menit ke-6 dan 10. Dua menit kemudian, Nazriev mencetak gol kedua.
Umed Dzhafoev kemudain mencetak gol keenam Tajikistan pada menit ke-20. Selang dua menit, Nazriev mencetak hat-trick sekaligus membawa Tajikistan unggul 7-0.
Pertandingan berjalan 30 menit, Tajikistan unggul 10-0. Babak pertama ditutup dengan keunggulan anak asuh Marco Ragini dengan skor 17-0.
Di babak kedua, Tajikistan belum berhenti mencetak gol. Mereka menambah 16 gol lagi di babak kedua. Gelandang serang Mukhammad Nazriev jadi bintang dengan mencetak total 14 gol ke gawang Guam.
Skor telah yang dicetak oleh anak asuh Ragini ini pun jadi sorotan dunia. Lantas siapa pelatih Tajikistan U-17 itu?
Ada satu fakta menarik mengenai Marco Ragini. Ia adalah mantan pelatih pemain Indonesia Natanael Siringoringo.
Ya Rugini dan Natanel sempat kerjasama saat keduanya berkarier di klub Malaysia, Kelantan FC. Pada 1 Juli 2019, Ragini ditunjuk menjadi pelatih Kelantan FC.
Baca Juga: Kualifikasi AFC U-17: Pasukan Garuda Muda Hampir Saja Ulangi Momen Menyesakkan Timnas Senior!
Ringo--panggilan akrab Natanael bahkan sempat jadi pemain andalan Rugini di sektor depan. Pada April 2021, Ringo yang dimainkan oleh Rugini sejak menit awal di laga melawan Kuching City sukses menjadi pahlawan kemenangan.
Pemain yang sempat dicuekin oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong itu mencetak gol kemenangan Kelantan FC atas Kuching City 1-0.
Ringo saat ini bermain di klub Barito Putera. Di BRI Liga 1, ia telah mencatatkan 2 pertandingan.
Rugini yang asli San Marino sebelum menjadi pelatih Kelantan FC juga sempat menjadi pelatih teknik di Liga Italia, Modena pada 2005. Saat itu ia menjadi asisten untuk Stefano Pioli.
Berita Terkait
-
Kualifikasi AFC U-17: Pasukan Garuda Muda Hampir Saja Ulangi Momen Menyesakkan Timnas Senior!
-
Baru Laga Pertama, Timnas Indonesia U-17 Sudah Dapat Ancaman dari Australia
-
3 Strategi Perlu Disiapkan Timnas Indonesia U-17 untuk Lawan Kepulauan Mariana Utara
-
Tajikistan Habisi Guam 33-0, Rekor Kemenangan Terbesar FIFA?
-
Kualifikasi Piala Asia U-17: Tajikistan Pesta 33 Gol, Australia Menang 19-0, Indonesia Cuma 1-0
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026