Bola / Bola Indonesia
Senin, 11 November 2024 | 06:48 WIB
Shin Tae-yong dan Hajime Moriyasu (Suara.com)

Suara.com - Berikut perbandingan Timnas Indonesia dengan Jepang dari pelatih, pemain Head to Head, hingga ranking FIFA yang dimiliki oleh kedua tim.

Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia akan menjamu Jepang di laga kelima grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Jelang duel ini, Timnas Indonesia dan Jepang berada dalam situasi yang berbeda. Kubu tuan rumah berada di peringkat kelima grup C, sedangkan tim tamu berada di posisi puncak klasemen.

Posisi kedua tim di klasemen didapat dari hasil sebelum-sebelumnya. Jepang tercatat mampu meraih 3 kemenangan dan 1 hasil imbang, sehingga meraih 10 poin.

Sementara Timnas Indonesia berada di peringkat kelima dengan raihan 3 poin yang didapat dari 3 kali hasil imbang dan 1 kali kekalahan.

Dengan perbedaan ini, Jepang jelas diunggulkan ketimbang Timnas Indonesia pada duel yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (15/11) mendatang.

Lantas, seperti apa perbandingan kekuatan antara Timnas Indonesia vs Jepang dari pelatih, komposisi pemain, Head to Head, hingga ranking FIFA kedua tim? Berikut ulasannya.

Pelatih

Shin Tae-yong dan Hajime Moriyasu (Kolase Suara.com)

Baik Timnas Indonesia dan Jepang sama-sama dilatih oleh pelatih berpengalaman yakni Shin Tae-yong dan Hajime Moriyasu.

Baca Juga: Dear Shin Tae-yong! Kevin Diks Lebih Senang Dimainkan sebagai Pemain...

Kedua pelatih memiliki rekam jejak yang sama, yakni berawal dari asisten pelatih di level klub, menukangi klub, menjadi pelatih tim nasional kelompok umur, dan menjadi pelatih tim nasional.

Tak hanya punya rekam jejak yang sama, kedua pelatih juga berprestasi di negaranya dan di kancah internasional.

Shin Tae-yong punya pengalaman menjuarai Piala Korea Selatan, Liga Champions Asia, dan Piala EAFF. Sementara Hajime Moriyasu menjuarai Liga Jepang, Piala Super Jepang, dan Piala EAFF.

Dua pelatih yang memegang lisensi UEFA Pro ini hampir memiliki statistik serupa saat berkarir sebagai pelatih.

Shin Tae-yong telah melatih sebanyak 344 laga dengan 151 kemenangan, 60 hasil imbang, dan 113 kekalahan. Sementara Hajime Moriyasu melatih sebanyak 374 laga dengan 201 kemenangan, 67 hasil imbang, dan 108 kekalahan.

Pemain

Penyerang Feyenoord, Ayase Ueda jadi striker Timnas Jepang paling diwaspadai pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. [Dok. AFP]

Jelang laga ini, Timnas Indonesia dan Jepang sama-sama memanggil total 27 pemain yang akan diandalkan guna bertarung di GBK.

Hanya saja, Jepang punya skuad yang lebih mewah dengan total Market Value sebesar 289,3 juta euro (Rp4,8 triliun), unggul 10 kali lipat dari Indonesia dengan 27,48 juta euro (Rp46,8 miliar).

Market Value yang dimiliki Jepang tak lepas dari banyaknya bintang di skuadnya. Total ada 22 pemain yang berkiprah di Eropa bersama klub ternama, seperti Liverpool, Celtic, dan AS Monaco.

Sementara dari kubu Indonesia, hanya ada 16 pemain yang berkarir di luar negeri dan ada yang bermain di klub-klub kasta kedua maupun di klub Asia.

Jomplangnya kualitas pemain Indonesia dan Jepang juga terlihat dari pemain termahalnya. Dari skuad Garuda, pemain termahal adalah Mees Hilgers dengan 10 juta euro (Rp168 miliar).

Sementara dari kubu Jepang, Takefusa kubo menjadi pemain termahal dengan 50 juta euro (Rp840 miliar). Bahkan harga Mees Hilgers itu menjadi harga tertinggi ke-11 di skuad Samura Biru saat ini.

Head to Head

Head to Head Timnas Indonesia dan Jepang (suara.com)

Dalam sejarahnya, Timnas Indonesia dan Jepang pernah bertemu sebanyak 16 kali, yang diawali pada pertengahan tahun 1954 dan pertemuan terakhir terjadi pada awal tahun 2024.

Dari 16 pertemuan itu, Indonesia hanya mampu meraih 5 kemenangan, 2 kali hasil imbang, dan menelan 9 kekalahan dari Jepang.

Kemenangan terbesar Indonesia dan kekalahan terbesar Jepang dari skuad Garuda terjadi pada tahun 1958 di Turnamen Merdeka, di mana tim Merah Putih menang 7-0 atas Samurai Biru.

Sementara kemenangan terbesar Jepang yang jadi kekalahan terbesar Indonesia dari Samurai Biru terjadi pada tahun 1976 saat Samurai Biru menang 6-0 di Turnamen Merdeka.

Ranking FIFA

Joel Chima Fujita, pemain keturunan Nigeria milik Timnas Jepang. [Dok. Instagram/@joel_fujita0216]

Dengan perbedaan kualitas yang jomplang itu, Jepang pun mampu unggul di ranking FIFA ketimbang Timnas Indonesia.

Saat ini, Jepang menjadi tim Asia dengan peringkat tertinggi di ranking FIFA, yakni berada di peringkat ke-15 dunia.

Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-130 dunia, alias terpaut 115 peringkat dari Kaoru Mitoma dkk.

Perbedaan ranking ini tak lepas dari kiprah Jepang yang mampu menunjukkan progress apik di tim nasionalnya.

Sementara Indonesia sempat mengalami kemunduran usai masuk 100 besar ranking FIFA di awal tahun 2000 an, yang dimulai pada 2006 dan berlanjut hingga 2016 akibat adanya dualisme dan sanksi FIFA.

(Felix Indra Jaya)

Load More