Suara.com - Nama pemain Persib, Marc Klok jadi sorotan publik Indonesia di sosial media pasca pengakuan eks asisten Timnas Indonesia, Kim Jong-jin.
Tangan kanan Shin Tae-yong saat masih melatih di Timnas Indonesia itu membantah pernyataan Klok. Shin Tae-yong sebelumnya dituding sebagai sosok pelatih diktator.
Kim Jong-jin tegaskan tidak ada kendala komunikasi antara Shin Tae-yong dan para pemain sebagaimana dituding Marc Klok.
"Saya selalu ada di samping Coach Shin, jadi saya tahu apa yang terjadi di dalam dan di luar," ujarnya.
"Saya komunikasi ke dia (Marc Klok), saya bilang cukup brother. 'Cukup sudah menyebarkan kebohongan. Anda satu-satunya pemain yang berbohong di media'," tegas Kim Jong-jin.
Menurut Kim, Klok akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Pemain Persib itu menyebut ada kesalahan dalam penerjemahan ucapannya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.
Sebelumnya, Klok kepada media Belanda, gelandang Persib Bandung itu menyebut juru taktik Korea Selatan itu adalah diktator.
"Dia (Shin Tae-yong) benar-benar diktator dan merasa di atas tim," ucap Marc Klok dikutip dari ESPN.nl.
"Saya punya konflik dengan pelatih nasional sebelumnya. Kalau Anda coba berdiskusi dengannya, nama Anda bisa dicoret. Itu yang membuat saya keluar," imbuhnya.
Baca Juga: Patrick Kluivert Lebih Jago Main daripada Melatih, Marselino: Saya Harap...
Meski kemudian, gelandang berusia 31 tahun ini memberikan klarifikasi. Ia mengaku ada konteks yang hilang dalam terjemahan.
Latar Belakang Ayah Marc Klok
Marc Klok mendapat status WNI pada November 2020. Proses naturalisasi Klok terbilang cukup aneh, pasalnya ia baru 2 tahun berada di Indonesia saat itu. Apalagi kemudian Klok tidak bisa membuktikan keturunan Indonesia.
Klok lahir dan besar di Belanda. Namun kemudian Klok dinaturalisasi lewat jalur pasal 20 UU Nomor 12 tahun 2006. Aturan hukum itu menyebutkan WNA bisa menjadi WNI jika telah berjasa untuk RI atau dengan alasan kepentingan negara.
Induk sepak bola dunia saat itu, FIFA bahkan sempat melarang Klok membela Timnas Indonesia. Alasannya Klok tidak bisa menunjukkan dokumen bahaw ia memiliki keturunan Indonesia.
Lantas siapa ayah Marc Klok? Marc Klok memiliki ayah bernama Dirk Klok. Pada 2018, sang ayah sempat datang ke Indonesia. Saat itu Klok masih bermain untuk PSM.
Berita Terkait
-
Patrick Kluivert Lebih Jago Main daripada Melatih, Marselino: Saya Harap...
-
Saingan Berkurangan, Rafael Struick Jadi Andalan di Brisbane Roar?
-
Pantas Berani Bongkar Borok Pemecatan STY, Ini Hubungan Kim Jong-jin dengan Shin Tae-yong
-
Ragnar Oratmangoen Terancam Ganti Posisi di Timnas Indonesia era Kluivert
-
Siapa Tom Theo Fladung? Pemain Keturunan Jerman Bisa Main di Lini Tengah Timnas Indonesia
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
Terkini
-
Timnas Indonesia Masih Cari Pelatih, Jordi Cruyff Bakal Boyong Jesus Casas?
-
Jay Idzes Cs Dihajar Como! Fabio Grosso Meledak, Kurang Kotor, Kurang Tajam
-
Allano Lima Ungkap Kunci Kemenangan Persija Atas PSIM, The Power of Jakmania
-
Rapor Jay Idzes Usai Sassuolo Tumbang di Markas Como, Kurang Meyakinkan dan Rapuh
-
Here We Go! Kobbie Mainoo Lanjutkan Gelombang Pemain Manchester United ke Napoli
-
Dikritik Habis-habisan, Pep Guardiola: Kalian Lupa, Saya Jenius!
-
Suporter PSIM Nekat Masuk SUGBK, Van Gastel Berharap Aturan Awayday Bisa Dicabut
-
Jay Idzes Berjuang Mati-matian, Tapi Como Terlalu Kuat untuk Sassuolo
-
Indra Sjafri Wajib Resah Lihat Statistik Penyerang Timnas Indonesia untuk SEA Games 2025
-
Jelang Duel vs West Ham, Slot Akui Mental Liverpool Drop