Suara.com - Kepulangan Shin Tae-yong ke Korsel pasca dipecat oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia jadi sorotan media-media di Korsel.
Sejumlah media Korsel berikan ulasan positif dan apresiasi kepada suporter Timnas Indonesia yang mengantarkan Shin Tae-yong hingga ke Bandara Soekarno Hatta.
Shin Tae-yong juga merasa senang dengan apa yang dilakukan suporter Timnas Indonesia.
"Sungguh terima kasih di perjalanan pulang ini diantar pulang seperti ini, saya sangat terharu dan sangat terima kasih," kata Shin Tae-yong.
"Jujur tidak apa-apa, ada hari raya besar juga di Korea, memang ada kecapean juga. Jadi saya ingin istirahat dulu di sana," pungkasnya.
Namun yang juga jadi sorotan ialah soal sikap petinggi PSSI di kepulangan Shin Tae-yong. Menurut media Korsel, MT Korea, sikap yang ditunjukan PSSI sangat kasar kepada Shin Tae-yong.
"PSSI bersikap kasar sampai akhir," tulis media Korsel tersebut.
Dalam ulasannya, media Korsel itu mengutip pernyataan dari eks pelatih kiper Timnas Indonesia, Yoo Jae-hoon yang mengatakan bahwa pihak PSSI tak memberikan oleh-oleh kepada Shin Tae-yong ataupun para asistennya.
"Tadi terakhir kami bertemu dengan pak Menpora sebelum kita berangkat ke bandara, terus kami dapat oleh-oleh dari pak Menpora. (Oleh-olehnya) itu kayak batik Indonesia," kata Yoo Jae-hoon di Bandara Soekarno Hatta kepada awak media.
Baca Juga: Indra Sjafri: Mudah-mudahan Tuhan Amini Doa-doa Saya
"Enggak ada (oleh-oleh dari PSSI)," jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Yoo Jae-hoon juga mengungkapkan hanya Shin Tae-yong saja yang diberi kompensasi oleh PSSI. Hal ini dikarenakan juru formasi asal Korea Selatan itu kontraknya masih sampai 2027.
"Terutama yang kontrak asisten pelatih sudah selesai tanggal 31 Desember, tetapi kontrak coach Shin kalian tahu sendiri masih ada sampai 2027," kata Yoo Jae-hoon di Bandara Soekarno Hatta.
"Tetapi urusan kontrak coach Shin bukan urusan saya. Mungkin agennya coach Shin dengan federasi (PSSI) yang akan membicarakan," jelasnya.
Berita Terkait
-
Indra Sjafri: Mudah-mudahan Tuhan Amini Doa-doa Saya
-
Menpora Kasih Batik, Yoo Jae-Hoon: PSSI Gak Kasih Oleh-oleh ke Shin Tae-yong
-
PSSI Tak Antar Kepulangan Shin Tae-yong, Jeje Unggah Sindiran Menohok
-
STY: Saya Kembali dengan Sedikit Menyesal
-
Pundit Asing Analisa Persamaan Patrick Kluivert dan Diego Maradona: Pemain Hebat, Pelatih Buruk
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Kimmich Soroti Kesalahan Fatal Jerman usai Dikalahkan Ekuador di Piala Dunia 2026
-
Arema FC Pertahankan Adi Satryo dan Gianluca, Siapkan Empat Kiper untuk Super League 2026/2027
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela