Suara.com - Bekas pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong murka. STY merasa mendapatkan banyak berita tidak benar dari media-media di Indonesia.
Tidak menyebutkan berita apa itu, namun terakhir kali STY dituding menggunakan buzzer.
Merasa nama baiknya tercoreng, juru taktik asal Korea Selatan itu pun akhirnya angkat bicara dengan nada penuh kegeraman.
Sebelumnya, Founder Football Institute, Budi Setiawan, mengungkapkan hasil riset Drone Emprit yang menunjukkan adanya aktivitas akun bot yang diduga dikerahkan untuk menyuarakan dukungan terhadap Shin Tae-yong.
Beberapa akun tersebut bahkan terorganisir dalam menggaungkan tagar #STYstay, yang sempat trending di media sosial.
Setelah resmi meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia dan kembali ke Korea Selatan, nama Shin Tae-yong tetap menjadi bahan perbincangan hangat.
Shin Tae-yong tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Lewat unggahan di Instagram pribadinya, @shintaeyong7777, ia membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa semua rumor yang beredar tidaklah benar.
Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa dirinya memilih untuk kembali ke Korea Selatan tanpa memberikan banyak komentar, karena kecintaannya terhadap sepak bola Indonesia. Namun, melihat pemberitaan yang terus menyudutkannya, ia merasa perlu memberikan klarifikasi.
Baca Juga: Timnas Indonesia Unfollow Shin Tae-yong, Netizen: Ubur-ubur Ikan Lele, Sebulan Juga Belum Leee...
Lebih lanjut, Shin Tae-yong mempertanyakan motif di balik penyebaran berita miring ini.
Ia menekankan bahwa tuduhan tak berdasar semacam ini justru dapat merusak citra sepak bola Indonesia yang telah dibangun dengan susah payah.
"Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa tidak ada satu pun dari rumor yang beredar saat ini yang benar. Jika situasi seperti ini terus berlanjut, maka lain kali tidak akan berakhir semudah ini," tulis STY.
Dengan nada penuh peringatan, ia menegaskan bahwa jika situasi seperti ini terus terjadi, konsekuensinya bisa lebih besar di masa mendatang.
Soal buzzer
Keputusan PSSI memberhentikan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada 6 Januari 2025 terus menjadi topik panas di media sosial.
Perdebatan publik semakin memanas dengan munculnya dua kubu yang berseberangan, yakni pendukung Shin Tae-yong yang mengusung tagar #STYStay dan pihak yang mendukung kepergiannya dengan tagar #STYOut.
Fenomena ini pun menarik perhatian para analis media sosial yang mulai mengkaji dinamika perbincangan tersebut.
Slovenia Istiani, analis media sosial dari Drone Emprit, mengungkapkan bahwa kedua tagar tersebut memiliki indikasi keterlibatan buzzer.
Dalam risetnya, terlihat bahwa percakapan di media sosial tidak sepenuhnya organik, melainkan mendapat dorongan dari akun-akun yang diduga bot.
Slovenia menjelaskan bahwa keberadaan akun-akun ini menguatkan dugaan adanya upaya untuk memengaruhi opini publik terhadap pemecatan Shin Tae-yong.
"Kita lihat di situ juga ada tagar-tagar yang naik ya, naik seperti STY-out, kemudian STY-stay," kata Slovenia saat acara diskusi 'Analisis Percakapan Sepakbola di Media Sosial' di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2025).
“Setelah kami telusuri dari tagar-tagar tersebut, memang di kedua tagar yang menonjolnya STY-out dan STY-stay ini, dua-duanya memiliki buzzer sendiri,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa tagar #STYStay banyak didominasi oleh akun yang telah diprogram secara otomatis untuk mendorong narasi agar PSSI mempertahankan Shin Tae-yong.
Meskipun ada pula akun publik yang benar-benar mendukung sang pelatih, namun pola interaksi menunjukkan indikasi kuat penggunaan buzzer dalam kampanye digital ini.
Di sisi lain, tagar #STYOut juga tidak lepas dari pengaruh pihak tertentu.
“Untuk buzzer STY-stay itu sudah saya paparkan tadi bahwa ada identifikasi, memang ada akun-akun bot di situ dan juga akun-akun organik atau akun-akun publik yang kemudian memang menginginkan STY untuk tetap melatih Timnas,” ucap Slovenia.
Kelompok ini mayoritas berisi pengguna yang setuju dengan keputusan PSSI, terutama setelah pernyataan dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menyebutkan adanya masalah komunikasi antara Shin Tae-yong dan para pemain.
Narasi ini kemudian diperkuat dan diperbanyak melalui berbagai akun di media sosial.
Menanggapi hal ini, Budi Setiawan, pendiri Football Institute, menegaskan bahwa riset mereka menemukan kesamaan pola dengan temuan Drone Emprit.
Ia mengungkapkan bahwa penggunaan buzzer dalam percakapan mengenai pemecatan Shin Tae-yong bukan sekadar opini, melainkan fenomena nyata yang terjadi di media sosial.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perbincangan yang terus bergulir di dunia maya menandakan adanya kepentingan lain di luar aspek teknis sepak bola.
"Dari riset ini membuktikan tagar #STYstay itu menggunakan buzzer. Hasil riset ini hampir sama dengan riset Football institute yang menyebutkan ada kepentingan lain di luar sepak bola," ujar Budi Setiawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kilas Balik Piala Dunia di AS: Penyesalan Roberto Baggio, Maradona Pakai Doping
-
Alasan Presiden FA Palestina Ogah Salaman dengan Utusan Israel di Depan FIFA
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026
-
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026