Suara.com - Posisi Witan Sulaeman sebagai salah satu pemain langganan Timnas Indonesia era Shin Tae-yong kini terancam tak lagi dipanggil. Sebab, bersama Persija Jakarta, Witan jarang mendapat menit bermain.
Pelatih Persija Carlos Pena lebih sering menurunkan Witan dari bangku cadangan. Alhasil, penampilannya juga tak maksimal lantaran minim menit bermain.
Musim ini, Witan tampil sebanyak 20 kali. Tetapi, eks Bhayangkara FC tersebut tidak pernah bermain penuh selama 90 menit.
Mantan pemain Lechia Gdansk itu juga belum cetak gol di BRI Liga 1 2024/2025. Tetapi, Witan sukses membuat empat kali assist.
Direktur Persija Mohamad Prapanca percaya Witan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan tempat di line-up. Tetapi, sosok 23 tahun tersebut masih kalah dari pemain lain.
"Waktu TC biasanya para pemain berusaha untuk semaksimal mungkin memberikan kondisi terbaik agar bisa masuk line up," kata Prapanca di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
"Kalau dari sisi Persija mungkin coach belum melihat Witan maksimal," sambung pemain asal Palu tersebut.
Meski begitu, persaingan Witan mendapat tempat di Timnas Indonesia kali ini memang agak berat. Selain minim tampil di klub, ia juga harus bersaing dengan sejumlah pemain naturalisasi.
"Saya rasa dengan banyak naturalisasi jadi mungkin statistik [pemain lain] terlihat ada yang menurun. Kalau cedera sih Witan tidak ada," pungkasnya.
Baca Juga: Pengamat: Timnas Indonesia Ketambahan Kiper Emil Audero
Terdekat Timnas Indonesia akan melakoni lanjutan ronde tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pelatih Patrick Kluivert pasti ingin mencari pemain terbaik untuk dibawa karena lawan yang dihadapi sangat kuat.
Berita Terkait
-
Pengamat: Timnas Indonesia Ketambahan Kiper Emil Audero
-
3 Statistik Ngenes Timnas Indonesia di Piala Asia U-20, Ada yang Familiar?
-
Kevin Diks Cetak Gol dan Assist, Pelatih FC Copenhagen: Itu Wajib Dicatat Semua Orang
-
FC Twente Tersingkir, Mees Hilgers Cetak Gol Bunuh Diri, Joseph Oosting: Memalukan
-
Penyakit Timnas U-20 Makin Parah, Melawan Pemain Mungil Pun Mereka Kalah Duel Udara
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey