Suara.com - Detik-detik Calvin Veronk diserang oleh fans klubnya sendiri, NEC Nijmegen, seiring hasil buruk yang didapat oleh bek kiri Timnas Indonesia itu bersama rekan-rekannya.
Serangan yang diberikan fans NEC Nijmegen ini tak hanya diberikan kepada para pemain saja. Ada pula serangan yang diberikan secara personal kepada Calvin Verdonk.
Salah satu serangan yang diterima bek kiri berusia 27 tahun itu sempat terjadi saat timnya menghadapi Almere City di lanjutan Eredivisie 2024/2025, Minggu (16/2) lalu.
Saat itu, Calvin Verdonk mendapat teriakan dari seorang fans di tribun dan dibalas olehnya, yang memancing amarah seluruh fans pada tribun tersebut.
Adanya cacian dari fans tersebut dikarenakan NEC Nijmegen tampil buruk, sehingga harus puas berbagi poin usai bermain imbang 2-2 dengan Almere City.
“Saya salah mengoper bola ke Thomas dan mereka (fans) mencaci saya dan saya melihat seorang fans bertindak reaktif dan kemudian saya membalasnya,” katanya, dikutip dari kanal YouTube RN7.
“Dan itu masuk akal ketika orang-orang di tribun berpikir saya bereaksi terhadap mereka semua,” lanjut bek keturunan Aceh itu.
Karena tindakannya tersebut, Calvin Verdonk pun seakan jadi ‘Public Enemy’ fans NEC Nijmegen. Terlebih dengan tindakannya dalam beberapa laga terakhir.
Sebelum reaksi berlebihannya di laga kontra Almere City, Calvin Verdonk sempat bersitegang dengan rekan setimnya sendiri, Kento Shiogai, saat menghadapi FC Groningen, Minggu (9/2).
Baca Juga: Legenda Barcelona Turun Langsung, Sejumlah Eks Pemain Timnas Indonesia Seru-seruan di Bali
Usai peluit panjang dibunyikan, Calvin Verdonk mendorong Kento Shiogai yang dianggap egois dalam memanfaatkan peluang terakhir NEC Nijmegen.
Hubungan buruk antara fans NEC Nijmegen dengan Calvin Verdonk ini seakan memperpanjang masalah yang melanda klub tersebut di musim ini.
Jauh sebelum itu, fans NEC Nijmegen pernah menyerang bus tim kebanggaannya sendiri. Hal tersebut terjadi pada Desember 2024 lalu.
Saat itu, para fans NEC Nijmegen tak terima dengan rentetan hasil buruk yang diraih klub di putaran pertama Eredivisie 2024/2025.
Di putaran pertama kasta teratas Belanda itu, NEC Nijmegen meraih hasil minor dengan hanya meraih 5 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 10 kekalahan.
Akibat catatan buruk itu, NEC Nijmegen saat ini harus bertengger di posisi ke-12. Padahal di musim lalu, klub ini mampu finis di 6 besar klasemen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bung Ferry: Mauricio Souza Kecewa Berat
-
Persija Kembali Gagal Jadi Tuan Rumah vs Persib Bandung di Jakarta, Panpel Soroti Jadwal
-
Eduardo Camavinga Terancam Absen Bela Prancis di Piala Dunia 2026 Akibat Performa Buruk di Madrid