Suara.com - Langkah strategis diambil Manchester City untuk makin eksis dan dekatkan diri dengan fansnya di dua negara ASEAN, Indonesia dan Thailand.
Manchester City sebagai salah satu klub terbaik di Liga Inggris dan Eropa resmi menjalin kerjasama dengan perusahaan minuman bersoda, Big Cola yang merupakan merk ternama dari AJE Group.
Big Cola menjadi sponsor regional Manchester City yang mencakup dua pasar utama di Asia, Thailand dan Indonesia, di mana perusahaan multinasional asal Peru ini ingin memperkuat kehadirannya.
Sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat posisinya secara global, AJE Group telah menandatangani perjanjian selama tiga tahun sebagai “Official Regional Partner” Manchester City, yang menjadi tim pertama yang berhasil meraih empat gelar Premier League berturut-turut.
Sponsorship ini memberikan hak eksklusif kepada perusahaan untuk menggunakan logo klub, gambar pemain, serta berbagai manfaat lainnya dalam kampanye pemasaran dan acara khusus yang ditargetkan untuk menjangkau audiens muda.
"Sponsorship ini merupakan pencapaian penting bagi AJE Group dan Big Cola. Kami sangat antusias dapat bekerja sama dengan klub yang, punya value seperti brand kami, menginspirasi orang-orang untuk menetapkan tujuan besar dan meraih kesuksesan.
Sponsorship ini akan semakin memperkuat kehadiran kami di Asia, kawasan strategis bagi pertumbuhan kami," ujar Augusto Bauer, Wakil CEO AJE Group dalam konferensi pers di Bangkok, Thailand, Rabu (26/2/2025).
Melalui sponsorship ini, AJE Group menargetkan ekspansi posisinya di Asia Tenggara, kawasan yang memiliki semangat besar terhadap sepak bola serta
potensi besar bagi industri minuman.
“Sepak bola adalah semangat universal, dan dengan menjadi partner bersama Manchester City, kami mengambil langkah besar untuk terhubung dengan audiens muda dan memperkuat brand kami di pasar utama,” kata Alexander Nano, Global Marketing Manager AJE Group.
Baca Juga: Era Kegelapan Manchester United: Nir Prestasi, Rugi Rp2 T hingga Hapus Makan Siang Gratis
Berita Terkait
-
Era Kegelapan Manchester United: Nir Prestasi, Rugi Rp2 T hingga Hapus Makan Siang Gratis
-
Efisiensi Ala Manchester United: Kantin Ditutup, Makan Siang Gratis Dihapus
-
6 Rekor Baru Dipecahkan Mohamed Salah usai Liverpool Bungkam Manchester City, Samai Rekor Lionel Messi
-
Permalukan Manchester City di Stadion Etihad, Mohamed Salah: Sungguh Istimewa
-
Pujian Setinggi Langit Eks Manchester City untuk Calon Pemain Timnas Indonesia Dean James
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik